Oleh Shamsi Ali Al-Nuyorki*
Saya tidak dapat menahan diri untuk tidak mengucapkan “Alhamdulillah”, dan selamat untuk Amerika. Engkau telah membuktikan bahwa di balik segala kekuranganmu, harapan itu masih hidup.
Pagi ini saya bangun dengan rasa gembira dan bangga sebagai salah seorang wargamu. Demokrasi dan kejujuran dalam politik ternyata masih hidup pada dirimu.
Pemilu di Amerika kali ini sungguh luar biasa. Saya menyebutnya sebagai pemilu yang paling dinanti (most anticipated) sekaligus bersejarah (historic). Berbagai guncangan yang kita rasakan, baik di tingkat nasional maupun global, adalah akibat dari kebijakan politik mereka yang saat ini berkuasa di Amerika; Trump dan Partai Republik. Mulai dari guncangan Epstein Files, dukungan kepada penjajah dan pelaku genosida, hingga perang dengan Iran yang mengakibatkan melambungnya harga minyak dan harga kebutuhan dasar masyarakat. Semua itu telah membuka mata rakyat Amerika untuk melakukan perubahan yang mendasar.
Di sisi lain, rakyat Amerika telah muak dengan presidennya yang tidak hanya dianggap tidak stabil secara mental (63%) dalam memimpin bangsa besar ini, tetapi juga memiliki karakter yang memuakkan karena kepemimpinannya secara terbuka digunakan untuk melayani ego dan kepentingan keluarganya. Runyamnya lagi, mereka yang menyebut diri sebagai pendukung MAGA menutup mata terhadap kenyataan ini, seolah-olah semuanya baik-baik saja, bahkan memujanya setinggi langit.
Karena itu, pemilu kali ini menjadi titik balik dari semua hal yang telah menyeret Amerika jatuh ke dalam situasi yang sangat memprihatinkan. Kehidupan yang semakin sulit, dan imej Anerima yang semakin ambruk di mata dunia. Kini Amerika telah bersuara dengan lantang bahwa dalam demokrasi, kekuasaan itu benar-benar berada di tangan rakyat.
Selain sangat dinanti, pemilu kali ini juga dapat disebut bersejarah dalam banyak hal. Bagi Komunitas Muslim, pemilu ini terasa seolah pintu pertolongan dari langit terbuka lebar. Terutama di beberapa daerah pemilihan di mana Islam dan Komunitas Muslim telah lama mengalami tekanan karena mereka yang berkuasa adalah orang-orang yang Islamofobik dan anti-Islam.
Texas, misalnya, adalah negara bagian dengan pertumbuhan Islam yang luar biasa, namun juga dikenal dengan Islamofobia yang tinggi. Gubernurnya (Gov. Abbot) berkali-kali mendeklarasikan perang terhadap Islam dan Syariah. Ia bahkan berusaha menghalangi berdirinya proyek EPIC yang dipimpin oleh Imam kharismatik, Yasir Qadhi. Kini Allah, yang di tangan-Nya segala kekuasaan berada, telah membalikkan keadaan itu.
Meskipun mereka yang anti-Islam dan anti-imigran didanai dengan dana yang sangat besar, Elon Musk misalnya menyumbang 500 juta dolar untuk memenangkan mereka, guncangan politik itu terjadi. Tidak hanya gubernur yang Islamofobik itu dikalahkan, tetapi Texas juga memilih seorang Senator yang sangat bersahabat dan mendukung imigran serta seluruh warga.
Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun, Texas akan dipimpin oleh seorang Gubernur dan salah seorang Senatornya yang berketurunan Hispanik: Gina Hinojosa dan James Talarico.
Namun yang paling menggembirakan dan paling membanggakan bagi kami, masyarakat Muslim di Amerika, adalah kemenangan beberapa kandidat politik Muslim di berbagai negara bagian di semua tingkatan: federal, state, dan kota. Namun demikain, saya tegaskan bahwa bagi kami, Muslim di Amerika, kemenangan ini tidak kami pahami secara sempit sebagai kemenangan Komunitas Muslim semata. Melainkan, ini adalah kemenangan bagi demokrasi, dan nilai-nilai yang membuat Amerika menjadi besar dan hebat. Para anti Islam, penyebar kebencian, dan politisi yang suka memecah belah telah kini banyak yang terkalahkan.
Maka dengan ucapan alhamdulillah, saya sampaikan selamat kepada Saudara-saudara kita yang terpilih dan diamanahi oleh dalam posisi politik. Selamat kepada Saudara Senator terpilih, Abdul El-Sayed, yang telah membuat sejarah dan menjadi Senator Muslim pertama di Amerika Serikat.
Saya juga sampaikan selamat kepada Gubernur Gina Hinojosa yang telah mengalahkan Greg Abbott (Gubernur Islamophobic dan anti Islam) di Texas. Juga Selamat kepada Senator terpilih, James Talarico dari Texas yang telah mengalahkan Ken Paxton yang, sang MAGA yang korup.
Selanjutnya, selamat kepada Saudara-saudara seiman yang terlilih menjadi anggota Kongress: Andre Carson dari Indiana, Rashida Tlaib dari Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota, Adam Hamawy dari New Jersey, Darializa Avila Chevalier dari New York, dan Anggota DPR Aisha Wahab dari California, dan semua Saudara-Saudara kita pada semua tingkatan; federal, state dan city/town, termasuk Sr. Aber di New York dan Sr. Nabeela di Indiana. Kita semua bwrsyukur dan bangga dengan kalian.
Akhirnya, sebagaimana pernah saya sampaikan kepada saudara saya di Kota New York, Zohran Mamdani: Kami tidak hanya ingin melihat Anda terpilih. Kami ingin Anda sukses menjadi Wali Kota dan pemimpin bagi kota kita tercinta. Karena itulah yang akan menjadi warisan Komunitas kita dan akan dikenang oleh sejarah Kota ini.
Pesan yang sama saya sampaikan kepada semua saudara dan saudari saya yang saat ini diberikan amanah oleh Allah SWT. Dari “insya-Allah” ke “al-hamdu lillah”, kata Senator Abdul Rahman Mohammed Al-Syed.
Allahu Akbar!
New York, 4 Nopember 2026
*Anggota Board of Directors ISNA (Islamic Society of North America).










