MALANG|DutaIndonesia.com – Pesantren Manbaul Ulum Malang memanfaatkan lahan kosong di belakang Pesantren dengan menanam Jagung Varietas NK 6501. Aksi pemanfaatan lahan kosong ini dihadiri oleh Prof. Maskuri (Rektor Universitas Islam Malang), Dinas TPHP (Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan). Penanaman benih jagung ini berlangsung pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00.
Acara penanaman ini dilaksanakan dengan acara ceremonial dengan diawali sambutan dari Rektor Unisma.
Prof. Maskuri menyampaikan, “Bagi Unisma, ini adalah bagian dari pengembangan riset jadi bukan semata-mata hanya menanam di lahan”. Kemudian Prof. Maskuri juga berharap dengan langkah ini semoga bisa meningkatkan produktivitas dalam tanaman terutama tanaman jagung.
Varietas Tanaman Jagung yang ditanam merupakan varietas unggul yang memiliki kemampuan beradaptasi di wilayah tegalan dan lahan. NK 6501 mempunyai ketahan terhadap busuk batang, warnah merah yang menarik dengan hasil yang tinggi. Benih ini menjadi salah satu jagung kebanggaan petani Jagung Indonesia. Sehingga dengan menanam varietas ini diharapakan lahan yang kosong bisa benar-benar produktif menghasilkan Jagung yang unggul.
Hadir dalam acara tersebut perwakilan PT Syngenta. Pihaknya juga siap untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan seperti penanaman jagung ini.
Sementara itu Kepala Dinas TPHP juga menyambut baik acara ini melalui antusiasme yang disampaikan ketika sambutan.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis benih jagung dari Dinas TPHP kepada Rektor Unisma. Dengan penyerahan secara simbolis, maka secara resmi kerjasama pemanfaatan lahan diantara pihak-pihak yang hadir dimulai.Untuk kelancaran kerjasama tersebut, acara ditutup dengan do’a oleh Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum Malang, K.H. Noor Shodiq Askandar, S.E., M.M atau akrab disapa Gus Shodiq.
“Saya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten khususnya Bapak Bupati dan Kepala Dinas yang telah mengimplementasikan model pemanfaatan lahan kering di pesantren ini. Nantinya jika ini berhasil bisa menjadi contoh bagi pesantren lainnya dalam pemanfaatan lahan” jelas Gus Shodiq dalam kesempatan tersebut.
Selain itu Gus Shodiq berharap, kegiatan ini menjadi proses awal perintisan usaha, mengingat jagung bisa diolah dalam berbagai jenis produk yang memiliki nilai ekonomis Selanjutnya pemanfaatan lahan kering pesantren juga diharapkan bisa meningkatkan keterampilan santri untuk mengolah lahan sehingga bisa menjadi ilmu ketika nantinya terjun di masyarakat. (nas)














