Teken MoU Kerjasama
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) dengan Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Murad Ismail, yang diikuti dengan sejumlah kerjasama lainnya antara dinas kedua provinsi.
Diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan serta Dinas Koperasi dan UKM.
Sementara itu, Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Murad Ismail mengapresiasi berbagai kain tenun Jawa Timur yang ditampilkan melalui peragaan busana pada kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Jawa Timur dan Maluku. Dirinya berharap, melalui Misi Dagang dan Investasi ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan kedua daerah.
“Agenda misi dagang dan kerjasama yang dilaksanakan hari ini adalah cermin dari pentingnya mendukung kebutuhan antara dua pemerintah daerah. Jawa Timur sebagai provinsi dengan kemajuan perdagangan dan tingkat perekonomian tinggi dan memiliki pengusaha besar. Kami berharap dapat berinvestasi di Maluku karena kami memiliki sumber daya alam berlimpah, tetapi belum banyak dikelola secara optimal,” ujar Gubernur Maluku.
Lebih lanjut Murad menambahkan, dirinya juga berharap agar kelebihan Jawa Timur dapat ditularkan kepada Maluku. Sehingga produk-produk Maluku dapat mengisi pasar besar di Jawa Timur, dan sebaliknya.
“Karena yang kita lakukan hari ini ialah membangun jembatan antara Maluku dan Jatim, bukan membangun tembok,” ujarnya.
Dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menyatakan, total nilai transaksi pembelian Maluku ke Jawa Timur berada diperingkat kedua setelah DKI Jakarta, dengan jumlah Rp. 2,43 Trilyun atau setara dengan 30,52% diantaranya ialah komoditas pembelian terbesar ialah obat-obatan, minyak diesel dan sepeda motor. Sementara untuk kontribusi Maluku ke Jawa Timur Rp 251,14 Milyar dengan komoditas Tembaga, Ikan Beku dan Kayu Balok.(gas)












