SURABAYA| DutaIndonesia.com – Ibu Nyai, Ning dan Santri Jawa Timur (Jatim) tidak percaya dengan fitnah yang memojokkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Mereka yang baru saja mendirikan Relawan Nyai, Ning dan Santri 08 (Rebana 08) ini pun tetap mendukung Prabowo dalam Pilpres 2024 mendatang sebab Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan salah satu calon presiden (Capres) yang terkenal sebagai petugas rakyat. Bukan petugas partai.
“Karena itu Ibu Nyai, Ning dan Santri Jawa Timur memutuskan untuk mendukung Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang dengan mendirikan Rebana 08,” kata Koordinator Nasional Rebana 08, Hj. Nyai Malikal Bulqis, dalam keterangannya seperti dikutip Senin (25/9/2023). Hj Nyai Malikal Bulqis juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Putri Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur.
Nyai Bulqis mengatakan, Prabowo merupakan petugas rakyat yang tidak bisa disetir oleh siapa pun. Menurutnya, Prabowo adalah figur yang berdaulat untuk memimpin Indonesia.
“Pak Prabowo adalah petugas rakyat, dan Presiden itu tidak bisa disetir oleh siapa pun. Jadi Presiden itu bukan boneka. Pokoknya kita harus mendukung penuh Pak Prabowo,” kata Nyai Bulqis,
Tak hanya itu, Nyai Bulqis juga melihat, selain sosok petugas rakyat, Prabowo juga merupakan sosok pemimpin yang berjiwa besar. Dia menegaskan, bahwa fitnah yang selama ini mampir kepada Prabowo itu merupakan hal yang keliru. Fitnah seperti yang dituduhkan itu tidak mungkin dilakukan oleh Prabowo.
“Pak Prabowo itu berjiwa besar dan tidak mungkin mencekik atau menampar, kalau lagi pencapresan ini memang banyak macem-macem, itu ngga usah didengerin itu,” tuturnya. Seperti diberitakan, Prabowo diisukan telah menampar salah seorang wakil menteri di sela sidang di Istana. Namun baik Prabowo maupun Presiden Jokowi sudah membantah isu tersebut.
Karena itu Nyai Bulqis dan juga Rebana 08 di Jatim sepakat untuk memberikan dukungan kepada Prabowo tanpa paksaan sedikit pun. Nyali Bulqis melihat Prabowo merupakan pemimpin bagi Indonesia yang pantang menyerah.
Selain itu, bila menjadi Presiden Indonesia berikutnya, dia yakin Prabowo akan menentang segala hal yang tidak baik bagi Indonesia. Karenanya, dia memberikan dukungan kepada Prabowo agar bisa membawa Indonesia lebih baik di masa yang akan datang.
“Saya mendukung Pak Prabowo Subianto tidak ada paksaan tidak ada tekanan, itu dari hati yang paling dalam, apalagi Pak Prabowo itu orangnya tegas pantang menyerah dan orangnya berani, dalam artian berani menantang yang tidak baik,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Bani Rancang Probolinggo Jawa Timur yang juga anggota Rebana 08, Nyai Imatul Hasanah, mengatakan, kiprah Prabowo sebagai Presiden Indonesia selanjutnya sudah ditunggu-tunggu masyarakat.
“Insha Allah untuk di Probolinggo Pak Prabowo akan menang karena sosok Beliau memang sudah ditunggu-tunggu masyarakat untuk menjadi pemimpin pada 2024,” kata Nyai Hasanah dalam keterangannya seperti dikutip Senin (25/9/2023).
Tak hanya itu, menurutnya, Prabowo juga merupakan sosok pemimpin yang sangat tegas dan juga bijaksana. Ia meyakini, saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Prabowo untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Pak Prabowo adalah sosok yang sangat tegas, bijaksana dan Indonesia itu butuh pemimpin yang seperti Bapak Prabowo. Wis wayahe Prabowo!,” terangnya.
Nyai Hasanah juga melihat Prabowo memiliki niat mulia untuk membantu masyarakat. Terlihat dari program yang digaungkan Menteri Pertahanan tersebut berupa menaikkan gaji guru dan memberi makan gratis ke sekolah-sekolah. Ia melanjutkan memang sudah seharusnya pemimpin memikirkan nasib rakyat kecil dan juga para guru di daerah-daerah.
“Menaikkan gaji guru dan memberi makan itu memang sangat diharapkan, pemimpin harus seperti itu,” tuturnya.
Kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Senin (26/9/2023), Prof Dr Zanuddin Syarif MAg, Guru Besar Politik Islam IAIN Madura, baik bakal Capres Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, maupun Prabowo dan Ganjar, sama-sama didukung partai berbasis Islam. Untuk capres Prabowo, misalnya, ada PAN. Itu berarti bahwa Prabowo yang sekarang seakan ditinggal oleh kelompok Islam konservatif yang mendukung pemilu lalu tapi sekarang ada yang mewakili yakni PAN.
“Mengapa? Karena PAN walaupun partainya nasionalis kebangsaan tapi didirikan dan didukung sepenuhnya oleh umat Islam. Sehingga ini sangat menarik, di satu sisi politik Pilpres ke depan kalau dilihat dari sudut pandang ideologi, memang terjadi peleburan ideologi. Tidak lagi penting memperdebatkan adanya konservatif liberalis yang kemudian terjebak dengan kelompok sektarian, ada cebong, kampret dan kadrun, ini semakin hilang,” katanya.
Dia juga mengatakan, bahwa pemilih perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki. “Wanita sangat fanatik sehingga penting untuk dikuasi. Sebetulnya cara itu disebut dengan membangun sanat politik. Selama ini parpol Islam hanya terjebak dengan kelompok Islam sendiri, tetapi tidak berupaya masuk pada kelompok pemilih nasional atau rasional. Sementara parpol nasional sudah merambat pada kelompok Islam. Jadi umat Islam hanya bertahan dengan pemilih tetap yang fanatik, seperti ponpes (pondok pesantren), akademisi, kenapa tidak masuk ke wilayah lain membangun tanah politik baru,” katanya kepada Global News. (mas)












