Percepatan Vaksinasi
Selain upaya mitigasi bencana dan pengentasan kemiskinan ekstrem, Khofifah juga meminta masyarakat bergotong royong untuk bersama-sama menyukseskan percepatan vaksinasi di lingkungannya masing-masing.
“Mari bersama-sama kita mengajak masyarakat di sekitar kita untuk segera mengikuti vaksinasi bagi yang belum. Tentu ini menjadi upaya berseiring kita bersama-sama pemerintah bergotong royong mengatasi pandemi Covid-19 sehingga berbagai sektor kehidupan termasuk ekonomi bisa kembali normal,” katanya.
Khofifah mengatakan, semangat kebersamaan dan kegotong royongan selama ini telah mengakar dan melembaga dalam kehidupan masyarakat. Hal ini menjadikan masyarakat hidup rukun dan damai dalam mengisi pembangunan dengan suasana kekeluargaan.
“Semangat tersebut ternyata masih tetap lestari hingga sekarang dan menjadi harmoni di tengah-tengah tatanan kehidupan yang serba modern seperti saat ini. Nilai-nilai kegotong royongan inilah yang membedakan Bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di belahan dunia manapun,” katanya.
“Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan inilah kita dapat mengakselerasi setiap program pembangunan. Melalui semangat ini pula kita berharap sinergitas dan komitmen terus terbangun berseiring dengan percepatan program-program pembangunan yang dilakukan baik di Pemprov Jatim maupun kab/kota,” imbuhnya.
Dalam momen ini, Khofifah juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan gotong royong sekedar slogan belaka, karena pada hakikatnya nilai dan esensi gotong royong dalam pembangunan itu harus bisa diwujudkan, dan harus bisa dirasakan nilai manfaatnya oleh masyarakat.
Jawa Timur, lanjutnya, harus menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh warganya, sehingga kemajemukan, kebhinnekaan dan keragaman berjalan berseiring secara harmoni sesuai Bhakti ke-9 Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Harmoni. Hal ini menjadi contoh bagaimana modernisasi dan pembangunan berjalan serasi dengan akar kebudayaan masyarakat Jawa Timur yang penuh gotong royong, toleran, santun dan agamis.













