Seorang Siswa di Banyuwangi Positif Corona, Satgas Covid-19 Pastikan Belum Ada Klaster PTM

oleh


BANYUWANGI|DutaIndonesia.com – Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Banyuwangi terkonfirmasi positif Covid-19. Siswa ini diketahui kalau terpapar virus corona saat menjalani pemeriksaan tes antigen secara acak yang dilakukan oleh satgas Covid-19 setempat. 

“Iya benar. Ada satu siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, saat kita lakukan swab antigen secara acak,” kata Juru bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis 11 November 2021.

Menurut dr. Rio, sapaan akrabnya, Satgas Covid-19 memang melakukan pemeriksaan swab antigen secara acak terhadap siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal ini untuk memastikan siswa dan guru di sekolah benar-benar aman dari penularan Covid-19.

Hingga saat ini, total sudah ada 3.000 sampel siswa yang dilakukan tes swab antigen, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. “Total ada 3.000 sample swab yang kita ambil. Dari 3.000 sample tersebut 1 orang siswa terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien seorang siswa SD dari Kecamatan Muncar,” katanya.

Satgas Covid-19 langsung melakukan tracing untuk melacak kontak erat pasien, baik terhadap keluarga, guru maupun teman sekelasnya di sekolah. 

“Alhamdulillah, dari tracing yang kita lakukan semuanya negatif. Untuk pasien sendiri sudah kita lakukan penanganan, dan saat ini tengah isolasi mandiri di rumahnya,” ujar dr. Rio.
Meski ada satu siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, kata Rio, namun kasus ini belum bisa dikatakan sebagai klaster PTM. 

“Dikatakan klaster itu kalau yang terkonfirmasi positif lebih dari satu dalam sebuah kelompok. Setelah kita lakukan tracing ternyata hasilnya negatif semua. Jadi belum bisa dikatakan sebagai klaster,” katanya.

Oleh sebab itulah, pihaknya tidak melakukan penutupan aktifitas di sekolah tempat pasien menimba ilmu sehingga PTM terbatas masih tetap berlangsung.

“PTM tetap kita teruskan, meski dengan catatan harus memperketat pelaksanaan protokol kesehatan,” tegasnya. 

Lebih lanjut Rio menegaskan, secara bertahap pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan swab antigen secara acak terhadap siswa yang mengikuti PTM terbatas, hingga herd immunity atau kekebalan komunal benar-benar terbentuk.

“Secara bertahap kita lakukan tes swab antigen secara random terhadap siswa,” tutup pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini. (ndc/ozi)

No More Posts Available.

No more pages to load.