GRESIK| DutaIndonesia.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Universitas Hang Tuah mengawali rangkaian pemberdayaan Kader Posyandu Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, melalui pembekalan tiga materi terintegrasi sebagai fondasi penguatan kader menjadi trainer bagi keluarga risiko stunting.
Kegiatan bertajuk “Inovasi Modul SDIDTK-CISIU dan Produk Mangrove: Penguatan Kader Posyandu sebagai Trainer Keluarga Risiko Stunting untuk Percepatan Pencegahan di Pangkahkulon, Gresik” tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026.
Tim pelaksana diketuai oleh apt. Ersanda Nurma Praditapuspa, S.Farm., M.Farm., CIMMR., bersama anggota dosen dr. Ronald Pratama Adiwinoto, M.Ked.Trop. dan apt. Yuli Ainun Najih, S.Farm., M.Farm. Kegiatan turut didukung oleh laboran Koko Pribadi, Amd.Kes. dan M. Eka Kukuh Setiawan, Amd., serta mahasiswa Leli Arpinda Rini, Amanda Rani Chesta Adabi, dan Lisa Faradilla. Program dirancang dengan pendekatan komprehensif karena stunting merupakan masalah multifaktorial. Pencegahannya tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga tumbuh kembang anak, pola asuh, perilaku hidup sehat, keamanan pangan, kondisi lingkungan, sosial, hingga ekonomi keluarga. Karena itu, kader Posyandu diperkuat melalui tiga materi yang saling melengkapi.
Materi pertama, “Panduan Praktis CISIU & PHBS untuk Pahlawan Kesehatan Komunitas”, disampaikan oleh dr. Ronald Pratama Adiwinoto, M.Ked.Trop. Materi membekali kader mengenai pendekatan CISIU, yaitu Cek–Identifikasi–Stimulasi–Implementasi–Umpan Balik, sebagai bagian dari implementasi stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang, serta penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut dr. Ronald, kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi secara langsung dan rutin dengan keluarga. “Kader merupakan ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat. Pembekalan CISIU dan PHBS diharapkan menjadi dasar bagi kader untuk lebih peka terhadap tumbuh kembang anak sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup sehat di tingkat keluarga,” ujarnya.
Materi kedua, “Penguatan Kapasitas Kader melalui PMT Aman untuk Percepatan Penurunan Stunting”, disampaikan oleh apt. Ersanda Nurma Praditapuspa, S.Farm., M.Farm., CIMMR. Pembekalan menekankan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tidak hanya harus memperhatikan kandungan dan kecukupan gizi, tetapi juga keamanan pangan, higiene, sanitasi, proses pengolahan, penyimpanan, serta penyajian yang tepat. Ersanda menjelaskan bahwa kegiatan dirancang menggunakan konsep training of trainers agar manfaat program dapat diteruskan kepada keluarga risiko stunting. “Kami berharap kader tidak berhenti sebagai penerima informasi. Melalui proses pembekalan, praktik, dan pendampingan, kader dipersiapkan menjadi trainer lokal yang mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan kepada keluarga di lingkungannya,” jelasnya.
Aspek sosial-ekonomi keluarga diperkuat melalui materi ketiga, “Peningkatan Kapasitas Kader dalam Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Berisiko Stunting melalui Diversifikasi Produk Mangrove”, yang disampaikan oleh apt. Yuli Ainun Najih, S.Farm., M.Farm. Materi memperkenalkan pemanfaatan potensi lokal mangrove sebagai sumber inovasi produk bernilai tambah yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan produktif keluarga.
Integrasi aspek kesehatan dan ekonomi menjadi penting karena kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonominya. Potensi mangrove Pangkahkulon selanjutnya dikembangkan dalam rangkaian program melalui inovasi produk pangan dan diversifikasi produk rumah tangga.
Pembekalan tiga materi ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan. Selanjutnya, para kader akan mengikuti kegiatan hands-on dan praktik langsung, termasuk penggunaan formulir CISIU dan alat stimulasi tumbuh kembang, penerapan PMT aman, serta praktik pengembangan produk berbasis mangrove. Melalui rangkaian tersebut, kader diharapkan memiliki pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat direplikasi dalam pendampingan keluarga risiko stunting. Program ini menjadi bentuk kontribusi Universitas Hang Tuah dalam mendukung pencegahan stunting melalui penguatan layanan kesehatan komunitas, peningkatan kapasitas kader, pemanfaatan potensi lokal, serta pemberdayaan ekonomi keluarga secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan terhadap pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pendanaan 2026. (gas)














