Terdampak Lockdown di Malaysia, Sejumlah TKI Minta Kiriman Uang

oleh
PCI Muslimat Malaysia menggalang bantuan untuk TKI terdampak lockdown di negeri jiran.

Ketua Umum PCI Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) Malaysia, Dra Mimin Mintarsih, membenarkan kondisi di negeri jiran itu. Lockdown yang sudah lama diberlakukan belum dicabut sehingga warga tidak bisa melakukan aktivitas. Tidak bisa bekerja. Apalagi sekarang kasus Covid-19 melonjak lagi. “Sampai sekarang belum ada pengumuman yang baru, masih lockdown yang pertama,” kata Mimin kepada DutaIndonesia.com dan Global News Rabu 4 Agustus 2021.

Kondisi di Malaysia belum berubah sebab masih lockdown ketat. “Saya juga belum bisa bekerja. Insya Allah minggu depan sudah masuk ke kantor. Untuk sektor usaha, di sini jualan makanan misalnya boleh tapi harus dibungkus. Tapi itu untuk warga Malaysia sendiri, sedang WNI banyak kerja di proyek bangunan. Sebagai pekerja kasar, sementara sekarang proyek-proyek juga berhenti,” katanya.

Karena itu banyak WNI di Malaysia terdampak sehingga secara ekonomi terpukul. Hal itu pula yang membuat Pengurus Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCI MNU) Malaysia menggalang dana bantuan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Tujuannya untuk mengurangi dampak pandemi covid-19 yang juga dialami WNI di negeri jiran tersebut. Bantuan tersebut total senilai Rp 398.345.000 yang sudah disalurkan beberapa hari lalu.
“Bantuan yang semuanya berupa paket sembako tersebut berasal dari seluruh elemen masyarakat Indonesia di Malaysia dan Singapura,” tutur Mimin Mintarsih.

Secara rinci, para donatur adalah KBRI (2.593 paket sembako), Bu Dewi (50 paket), Syarikat Paket Mail Sdn Bhd (210 paket), Keluarga Besar Mak Minah dari Singapura (60 paket) dengan total bantuan sebesar 2.913 paket sembako.
Mimin juga merincikan, bantuan tersebut dibagikan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak bisa bekerja akibat lockdown yang diterapkan Kerajaan Malaysia. Pendistribusian akan sepenuhnya melibatkan Pengurus Muslimat dengan bantuan beberapa banom PCI NU Malaysia seperti Fatayat, Ansor, Banser, Sarbumusi, Pagar Nusa, KMNU, dan PMII.

Bantuan sendiri sebenarnya mulai didistribusikan kepada para PMI pada awal bulan Juni dan selesai sesuai target pada Juli 2021.“Saya sudah dua bulan tidak bekerja. Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini,” tutur Herlina, seorang WNI asal Gresik.

Mimin pun berterima kasih atas bantuan KBRI dan semua pihak yang mendukung program ini. “Saya mewakili segenap pengurus dan anggota PCI Muslimat NU Malaysia salut dan berterima kasih atas bantuan dari Pemerintah Indonesia melalui KBRI. Ini bukti bahwa Pemerintah masih memberikan perhatian besar terhadap warganya di Malaysia,” kata Mimin.

Lebih khusus lagi, kata Mimin, ini merupakan bentuk kepedulian PCI Muslimat secara khusus dan PCINU dan Keluarga Besar Warga Nahdliyyin Malaysia secara umum terhadap warga Indonesia di Malaysia. “Kita mengharapkan dalam situasi seperti ini NU hadir dengan langkah nyata untuk masyarakat,” lanjut Mimin.