Air Siap Konsumsi
Tak hanya teknologi untuk energi terbarukan melalui bendungan, lanjut Khofifah, kerjasama water management yang bisa dilakukan lainnya yaitu terkait pengolahan air yang siap dikonsumsi.
“Untuk membuat air bersih menjadi siap diminum membutuhkan teknologi. Apalagi sumber airnya dari sungai, masih terdapat zat polutan. Dengan demikian perlu teknologi mengubah air menjadi siap untuk diminum,” tutur gubernur perempuan pertama di Jatim itu.
Selain itu, Khofifah berharap adanya kerjasama dalam penanganan limbah (waste management). Penanganan limbah saat ini menjadi concern berbagai negara. Ada yang bisa dilakukan seperti mengolah sampah menjadi listrik, pupuk, dan sebagainya.
“Di Jatim ini ada beberapa tempat pemrosesan akhir (TPA) yang bisa dilakukan kerjasama terkait waste management di Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Jombang,” kata Khofifah.
Di hadapan Dubes Belanda, Khofifah memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur sejak tahun 2017-2021 neraca perdagangan Jawa Timur dengan Belanda senantiasa menunjukkan surplus bagi Jawa Timur. Khususnya untuk periode Januari – Oktober 2021 senilai US $ 312,24 juta, dengan rincian yaitu nilai ekspor Jawa Timur ke Belanda sebesar US $ 453,24 juta dan nilai impor Jawa Timur dari Belanda sebesar US $ 100,41 juta.
“Terima kasih hubungan dagang antara Jatim dengan Belanda berjalan baik. Meskipun pandemi mengalami surplus untuk Jatim,” jelas Khofifah.












