Tokoh Muda NU Ingatkan Menag Tak Bikin Kebijakan Kontroversial yang Membuat Gaduh

oleh

JAKARTA|DutaIndonesia.com – Tokoh muda NU Indonesia Timur Abdul Hamid Rahayaan mengingatkan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk tidak mencampuri urusan teknis kegiatan keagamaan, seperti azan, pengajian, sholawatan dan ritual lainnya. Pasalnya, urusan teknis keagamaan, termasuk teknis pelaksanaan ibadah agama menjadi urusan masing-masing dan menjadi urusan privat agama dengan pemeluknya.

“Sehingga jika Menteri Agama terlalu jauh mengatur hal teknis maka dapat di kategorikan sebagai intervensi pemerintah terhadap ritual keagamaan masing agama,” ujarnya kepada pers di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jika dalil yang dipakai adalah untuk mengatur suara azan agar tidak menggangu orang lain, “Maka saya merasa alasan tersebut sangat mengada-ada karena faktanya tidak demikian,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, bahwa orang Maluku dari zaman sebelum kemerdekaan sampai saat ini biasa saja, saling menghormati dan menghargai semua kegiatan keagamaan sudara yang beragama Kristen. Sebaliknya mereka juga sangat menghargai dan menghormati kegiatan keagaman Islam termasuk azan dan lain sebagainya.

“Oleh karena itu saya sarankan kepada Menteri Agama agar sebaiknya mengurusi hal yang lebih substansial, mengingat rakyat saat ini membutuhkan sentuhan dan perhatian pemerintah akibat dampak dari wabah penyakit yang masih terus berlanjut,” tegas Abdul Hamid.

Masih banyak masyarakat dalam kesusahan, sehingga jangan lagi ada kebijakan kontroversial yang dapat melahirkan kegaduhan di tengah- tengah masyarakat.

“Saya sarankan kepada Menteri Agama agar lebih baik fokus soal pendidikan, soal nasib tenaga honorer yang sudah lama mengabdi di sekolah madrasah, soal pelaksanaan haji yang telah tertunda sekian tahun akibat wabah penyakit dan masih banyak lagi yang harus diurus dan ditangani oleh kementerian agama,” ujarnya.

Begitu juga, katanya, terkait aturan yang telah diterbitkan tentang Azan agar ditinjau ulang sehingga suasana kebersamaan di tengah-tengah masyarakat kembali kondusif, dan terjalin kembali hubungan yang harmonis antara sesama masyarakat, sesama umat beragama dan sesama masyarakat dengan pemerintah.

“Semoga Allah mengampuni kita semua sebagai hambanya yang tidak luput dari khilaf, salah dan dosa, amin ya robbal alamin,” tutup Abdul Hamid. (rls)

SIMAK VIDEO LENGKAP MENAG SOAL TOA MASJID DAN KOMENTAR KIAI ASEP:

YouTube player

No More Posts Available.

No more pages to load.