Tragedi Anak SMP di Kota Batu Meninggal Usai Dikeroyok Temannya, Moral Remaja Disoal

oleh
Siswa Kota Batu dikeroyok
Saudara dan nenek korban siswa SMP di Kota Batu yang meninggal usai dikeroyok temannya.

KOTA BATU | DutaIndonesia.com – Para ibu-ibu ngrumpi membicarakan kondisi remaja di Kota Batu setelah tragedi yang menimpa remaja berinial RKW (12). Siswa kelas 1 SMPN 2 Kota Batu itu meninggal dunia diduga karena jadi korban pengeroyokan teman sekolahnya.

“Lha iya, anak-anak sekarang sudah bukan nakal lagi, tapi brutal. Ngunu iku niru sopo…!” kata seorang ibu yang sedang membeli sayur di depan Indomaret Desa Tlekung.

Maksudnya, anak sekarang tidak hanya nakal tapi juga brutal. Perilaku semacam itu meniru siapa?

“Sekarang katanya belajar kelompok, tapi pulang hasilnya  malah perutnya yang besar,” kata ibu yang lain. Artinya, anak-anak sekolah pergi pamitnya belajar kelompok tapi ternyata hamil di luar nikah.

“Lihat itu di Jalibar, anak seragam SMP sudah was wus was wus ngrokok di warung,” kata seorang ibu lain yang lebih muda.

Para ibu itu intinya prihatin dengan perilaku dan moral anak anak muda. Termasuk mereka yang terdidik di sekolah. Tragedi yang menimpa RKW ini hanya contoh kecil saja dari magma degradasi moral anak muda yang sangat berbahaya di kemudian hari bila tidak ditangani dengan baik dan benar.

Tragedi yang menimpa RKW, kata saudara kembarnya, berinisial R (R), diawali masalah sepele.  Pemicu pengeroyokan tersebut karena ketersinggungan semata.  Tapi bisa juga karena sikap sombong, sok jagoan, dominasi anak satu ke anak lain, hingga bullying.

Sebelum meninggal, korban diketahui sempat dimintai teman sekolahnya berinisial A untuk nge-print tugas. Namun permintaan itu ditolak korban karena sudah malam.

Karena hal ini, pelaku A marah dan menantang berkelahi. Namun tantangan ini tidak ditanggapi oleh korban dan memblokir nomor ponsel A.

“Awalnya itu Selasa (28/5) malam teman kelasnya A itu Whatsapp ke RKW minta diprintkan tugas PKY, tapi sama saudara saya ditolak karena sudah malam,” terang R, Jumat (31/5/2024), dikutip dari detikjatim.com

“Si A gak terima sambil nyolot dan berkata kasar di Whatsapp. Sampai A nantang berkelahi, karena tidak mau menanggapinya, saudara saya ngeblok whatsapp A,” sambungnya.

Hingga keesokan harinya, korban masuk sekolah untuk mengikuti ujian seperti biasa. Sepulang sekolah korban minta diantarkan ibunya untuk belajar kelompok.

“Ternyata saat itu ketemuan sama A di dekat salah satu vila di Songgokerto. Di situ, ada A sama 4 anak lain. Jadi total sama saudara saya ada 6 anak,” kata R.

“Dari 5 anak itu yang mukulin cuman 2 yakni A sama L, terus satunya ambil video dan sisanya hanya diam saja. Setelah dipukuli didiamkan sebentar, terus dianter pulang cuman sampai SPBU dekat Balai Kota Among Tani dan pulang ke rumah di Kecamatan Batu,” sambungnya.

R melanjutkan usai dipukuli pada Rabu (29/5) RKW menceritakan kejadian tersebut kepada dirinya. Namun, tidak menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya.

“Jadi pulang-pulang itu bilang sakit semua habis dipukuli sama A dan teman-temannya. Saudara saya bilang dipukuli dan ditendang di bagian dada kepala hingga punggung,” ungkapnya.

Nenek korban, Tutik, mengaku awalnya tidak mengetahui cucunya dipukuli. Sebab, korban sehari-hari terlihat biasa saja dan melakukan aktivitas seperti pada umumnya.

“Anak e itu ya masuk sekolah, Kamis (30/5) kemarin juga masih dibaan (kegiatan keagamaan) dan sepakbola. Baru Jumat pagi itu bilang ke ibunya kalau sakit kepala dan habis dipukuli,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Rudi Kuswoyo menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. “Masih dilakukan pendalaman,” singkatnya.

Sebelumnya, siswa kelas 1 SMPN 2 Kota Batu berinisial RKW (12) meninggal dunia karena diduga jadi korban pengeroyokan. Korban meninggal usai sempat dirawat di Rumah Sakit Hasta Brata.

Sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan sakit di bagian kepala karena dikeroyok sejumlah anak. Hal ini diungkapkan R (12), saudara korban.

Karena hal ini, keluarga kemudian membawa ke Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu pada paginya. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 11.00 WIB.

“Dia mengeluh sakit kepala ke ibu dan cerita kalau habis dipukuli. Akhirnya dibawa ke rumah sakit Hasta Brata,” ujar R. (Det)

No More Posts Available.

No more pages to load.