Oleh Shamsi Ali Al-Nuyorki
Jangan biarkan waktu, tenaga, dan pikiranmu berlalu sia-sia. Fokuskan dirimu pada hal-hal yang membuat hidupmu lebih bermakna.
Jangan berpikir “kesempatan masih ada” atau “nanti saja.” Lakukan kebaikan sekarang juga. Gunakan waktumu dengan baik dan bijak.
WAKTU adalah NAFAS. Sekali terlewat, ia tidak akan pernah kembali.
WAKTU adalah IBADAH. Setiap detiknya bisa bernilai ibadah, selama diisi dengan kebaikan.
Rasulullah SAW mengingatkan: “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Pada hakikatnya, kita hanyalah pengendara di atas punggung usia. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun tergulung tanpa terasa. Nafas kita terus berjalan seiring waktu, yang setia menuntun kita menuju pintu kematian.
Dalam perjalanan hidup ini, sesungguhnya dunia semakin kita jauhi, dan liang kubur semakin kita dekati.
Setiap satu hari berlalu, maka satu hari pula berkurang jatah usia kita. Umur yang tersisa hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok belum tentu menjadi bagian dari hidup kita.
Karena itu, jangan biarkan hari ini berlalu tanpa kebaikan dan amal saleh yang mungkin kita lakukan.
Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat untuk mati tidak harus tua.
Jangan terperdaya dengan badan sehat, karena syarat untuk mati tidak harus sakit.
Teruslah beribadah dan beramal saleh, walaupun tidak banyak orang yang mengakui kebaikan itu. Sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan adalah kebahagiaan untuk diri kita sendiri. Selebihnya, biarlah Allah yang membalasnya.
Jadilah seperti akar. Tidak terlihat, namun tetap menopang kehidupan.
Jadilah seperti jantung. Tidak terlihat, namun terus berdenyut tanpa henti, memompa kehidupan hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Semakin jauh kita meninggalkan hari kelahiran, semakin dekat pula kita menuju kematian. Kematian itu pasti. Namun mati dalam keadaan baik (husnul khatimah) atau buruk (su’ul khatimah), itulah pilihan.
Jadikan hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Ingat “Dia-lah (Allah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.”
Kematian bukan untuk ditakuti atau dihindari, tetapi untuk menyadarkan kita akan pentingnya persiapan di setiap ruang dan waktu. Karena ia bisa datang tanpa permisi, di saat waktu yang ditentukan (ajal) telah tiba.
Maka, bersiaplah!
Note: YouTube Re- Hijrah dan relevansinya dengan Muslim Imigran di Amerika:













