20 Tahun Tragedi 9/11, Benarkah Arab Saudi Terlibat?

oleh
Omar Al Bayoumi

Biden memuji keputusan DOJ pada saat itu. Diketahui saat kampanye, Biden berjanji agar Kementerian segera merilis catatan 9/11 dan berkomitmen untuk membantu keluarga korban serangan 11 September.

Omar Al Bayoumi sendiri sudah lama membantah tuduhan dirinya terlibat dalam Peristiwa 11 September 2001, seperti termuat dalam buku putih terbitan Kongres Amerika Serikat. Untuk membuktikan dirinya tak bersalah, Bayoumi bersedia diinterogasi Badan Pusat Intelijen AS (CIA) dan Biro Investigasi Federal (FBI).

Syaratnya, interogasi dilakukan di Arab Saudi dan didampingi pejabat pemerintah setempat. Pernyataan itu sudah jauh hari disampaikan Bayoumi saat diwawancarai televisi Al-Arabiya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Peringatan di Tiga Lokasi

Sementara itu acara seremoni khidmat dilangsungkan di AS untuk memperingati 20 tahun serangan 11 September 2001 atau 9/11. Acara peringatan 9/11 digelar di tiga lokasi berbeda yang menjadi target serangan 20 tahun lalu.

Di New York, tepatnya di Ground Zero yang dibangun di lokasi menara kembar World Trade Center (WTC) yang tumbang dalam serangan 9/11, para kerabat membacakan nama-nama nyaris 3.000 korban tewas, dalam seremoni yang berlangsung nonstop selama 4 jam mulai pukul 08.30 waktu setempat, pada Sabtu (11/9) waktu AS.

Enam momen mengheningkan cipta dilakukan tepat saat dua menara kembar WTC dihantam dua pesawat yang dibajak dan ambruk, juga saat gedung Pentagon diserang dan satu penerbangan komersial lainnya — United 93 — jatuh sebelum mencapai target yang diduga Gedung Capitol di Washington DC.

Joe Biden menyampaikan pesan khusus dalam peringatan tersebut. Dalam video terbaru, Biden mendorong warga AS menunjukkan persatuan yang disebutnya sebagai ‘kekuatan terbesar kita’.

“Bagi saya, itulah pelajaran utama dari 11 September. Bahwa dalam momen paling rapuh kita, dalam proses tarik-ulur yang menjadikan kita manusia, dalam perjuangan bagi jiwa Amerika, persatuan adalah kekuatan terbesar kita,” cetus Biden dalam pesan video berdurasi 6 menit, seperti dilansir AFP.

“Persatuan bukan berarti kita harus meyakini hal yang sama, tapi kita harus memiliki rasa hormat dan keyakinan yang fundamental satu sama lain dan dalam bangsa ini,” katanya. (det/wis)

No More Posts Available.

No more pages to load.