JAKARTA| DutaIndonesia.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sembilan pernyataan sikap terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. MUI telah mencermati kondisi saat ini.
“Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan serangan militer terhadap Iran. Trump menyebut serangan AS bersama Israel sebagai serangan besar-besaran dan berkelanjutan untuk menghancurkan rudal dan angkatan laut Iran,” kata Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, dalam pernyataan resmi dikutip dari Republika.co.id, (2/3/2026).
Saat ini umat Islam di berbagai belahan dunia tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang dipandang sebagai bulan penuh rahmat bagi seluruh umat manusia. Karena itu, menurut Kiai Anwar, seharusnya setiap orang menghormati kesucian bulan Ramadhan agar dapat dirawat bersama untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian berdasarkan persatuan dan kesatuan sesuai perintah Allah SWT dalam Surat Ali Imran Ayat 103.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Wa‘taṣimū biḥablillāhi jamī‘aw wa lā tafarraqū, ważkurū ni‘matallāhi ‘alaikum iż kuntum a‘dā’an fa allafa baina qulūbikum fa aṣbaḥtum bi ni‘matihī ikhwānā(n), wa kuntum ‘alā syafā ḥufratim minan-nāri fa anqażakum minhā, każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la‘allakum tahtadūn(a).
“Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (Surat Ali Imran Ayat 103)
Sehubungan dengan itu dan dengan bertawakal kepada Allah SWT, MUI menyampaikan tausiyah dan sikap sebagai berikut.
Pernyataan Sikap MUI atas Serangan AS-Israel ke Iran
1. MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebagai akibat serangan Israel-Amerika pada (28/2/2026). Kami menyampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Sebagai syuhada, kami doakan semoga menjadi penghuni surga. Aamin.
2. MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan Pembukaan UUD 1945, yaitu “…ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”
3. MUI memahami serangan Iran ke negara Teluk adalah sebuah pembalasan atas serangan Amerika dan Israel yang sasarannya adalah pangkalan militer. Serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional. Karena itu, untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran, karena serangan ini bertentangan dengan Pasal 2 Ayat 4 Deklarasi PBB yang menyebutkan bahwa semua negara anggota wajib menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan tujuan PBB.
4. Serangan militer Israel dan Amerika terhadap Iran, yang kemudian telah dibalas oleh Iran, merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas. Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil.
5. Motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
6. Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.
7. Amerika Serikat yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui Dewan Perdamaian (BoP) menghadapi pertanyaan besar, yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?
Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. Karena yang terjadi justru sebaliknya, Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi.
8. MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia agar terus melakukan Qunut Nazilah secara sungguh-sungguh, berdoa dalam sholat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia.
9. MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk melakukan langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudharatan global.
“Demikianlah, semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada kita untuk mewujudkan perdamaian abadi yang merupakan dambaan semua umat manusia,” kata Kiai Anwar dalam pernyataan resmi MUI. (rpk)












