SURABAYA|DutaIndonesia.com – Berdasarkan hadis riwayat Dailami, dan termuat pula di kitab kuning Mukhtarul Hadits, ada 4 pilar utama yang akan dapat membawa kita pada kebaikan dan kebahagiaan hidup. Hal ini dikatakan oleh Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah saat ngaji kitab kuning Subuh hari Rabu, 18 Februari 2026.
“Kalau kalian ingin hidup dalam kebaikan dan kebahagiaan, maka pegang empat hal ini. Usahakan dapat dipenuhi, diamalkan,” kata Kiai Asep pada para santrinya.
Pertama, cari dan pilihlah seorang istri yang sholehah. Demikian pula bagi yang putri, pilihlah seorang pria yang sholeh. Karena pasangan tersebut dapat mendukung, menenangkan, dan membawa kebaikan dalam ketaatan.
“Enak nak, nanti ketika kita lupa waktu sholat, istri mengingatkan, ketika kita malas bekerja, istri memberikan semangat, demikian seterusnya,” jelas Kiai Asep.
Hal kedua adalah, anak-anak yang berbakti. Karena keturunan yang taat dapat menyenangkan hati. Sebaliknya, anak yang nakal, bahkan durhaka, akan membuat orang tua susah.
“Tapi untuk mendapatkan anak yang baik, sholeh, taat dan berbakti pada orang tua, tidak terlepas didikan kita, sebagai orang tua. Kalau kita di depan anak-anak memberikan contoh, bagaimana kita memuliakan orang tua, maka nanti anakmu juga akan memuliakanmu,” jelas Kiai Asep.
Untuk itu, memilih sekolah untuk anak-anak itu penting. Pilih yang mengajarkan nilai-nilai agama. Tidak hanya pengetahuan umum saja.
Hal ketiga adalah, memiliki teman-teman yang baik. Ingat, lingkungan pertemanan yang positif, akan membawa dampak yang baik pula. Sebaliknya, punya lingkungan dan teman yang nakal, rusak, maka cepat atau lambat, akan menyeret kita pada kerusakan akhlak pula.
Hal keempat, yakni mencari mata pencarian di negeri sendiri yang halal. Karena rezeki yang diperoleh dari pekerjaan yang baik, di tempat tinggal sendiri, membuat kita tidak perlu terasing.
“Jadi nak, usahakan bekerja dalam negeri sendiri, membangun bangsa dan negara. Jangan sekali-kali punya keinginan menjadi TKI. Apalagi hanya menjadi pembantu rumah tangga, petugas kasar. Selama belum kepepet, pakailah ilmu yang engkau miliki, mencari kerja halal di negeri sendiri,” jelas Kiai Asep.
“Kalau bisa, nanti keempat pilar kebahagiaan tersebut dapat kalian wujudkan. Insyaallah hidup kalian bakal baik dan bahagia, baik dunia mau pun akhirat,” pungkas Kiai Asep.
Dalam ilmu umum, keempat hal tersebut biasanya dipelajari dalam hubungan (keluarga), pertemanan (relasi), pekerjaan (eksistensi dan tujuan hidup) serta keimanan (spiritualitas).(Moch. Nuruddin)













