“Alhamdulillah karena Allah masih melindungi jiwa dan kesehatan kami dengan penundaan ini. Kami sepenuhnya bisa memahami keputusan pemerintah. Dalam situasi yang masih mengkhawatirkan ini sangat tidak mungkin bagi pemerintah untuk memberangkatkan jemaah,” kata Budiono, di Rembang, Sabtu (19/6/2021).
Budiono yang sediannya akan berangkat berhaji bersama sang istri mengaku berlapang dada dengan keputusan pemerintah. “Kami sama sekali tidak keberatan. Walaupun usia kami menjelang lansia, kami menerima dengan lapang dada keputusan pemerintah,” tukas Budiono.
Ia pun yakin, Allah memiliki rencana terbaik atas penundaan ini. Dan di masa pandemi ini, Budiono sadar kesehatan menjadi hal utama yang harus dijaga.
“Karena kesehatan bagi kami lebih penting. Insya Allah kalau Allah mengizinkan, tahun depan kami sudah siap berangkat haji,” ucap Budiono dengan penuh keyakinan.










