Prestasi Pendidikan
Khofifah mengatakan, berbagai upaya dalam bidang pendidikan terus dilakukan Pemprov Jatim. Hal itu tentunya membuahkan hasil berupa prestasi di bidang pendidikan. Diantaranya Jatim berhasil menjadi provinsi yang siswanya terbanyak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini, baik melalui jalur reguler maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.
Selain prestasi dalam SBMPTN maupun SNMPTN, tahun ini Provinsi Jatim juga berhasil keluar sebagai juara umum Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021. Sebelumnya di tahun 2020, di ajang yang sama, Jatim juga meraih gelar juara umum. KSN Merupakan event yang digelar Pusat Prestasi Nasional (PPN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan merupakan ajang yang sangat bergengsi bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Serta adapula Penilian Indeks Kinerja Urusan Pendidikan yang dilaksanakan oleh Kemendagri, dimana Jawa Timur menjadi yang tertinggi di indonesia.
“Ini artinya bahwa apa yang sudah dilakukan oleh para guru dan para pendidik di Jatim sudah on the right track, pada posisi yang benar. Namun saya berpesan agar jangan pernah lelah berinovasi, terus meningkatkan improvement karena hari ini sangat dinamis sekali, kita kerja keras pihak lain berlari kencang, kita berlari orang lain melakukan lompatan, kita melompat, orang lain menggunakan Artificial Intelligent,” katanya.
Menurutnya, transformasi digital hari ini menjadi sebuah keniscayaan dan keharusan. Ditambah kondisi pandemi mendorong dunia pendidikan harus terus beradaptasi. Untuk itu ia terus mendorong para guru untuk mengupgrade kemampuan, inovatif dan kreatif memanfaatkan teknologi dan ruang-ruang digital untuk mengajar dan mendidik murid-muridnya.
“Hal ini karena yang dihadapi saat ini adalah Generasi alfa, generasi yang sejak lahir sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat. Tidak hanya itu, murid yang diajar adalah generasi digital, maka guru pun harus mampu berkomunikasi dengan bahasa digital pula. Guru harus bisa beradaptasi cepat dan menyesuaikan diri berkomunikasi di ruang digital,” katanya.
Perkembangan teknologi untuk pembelajaran, lanjutnya, membuat ilmu pengetahuan dapat diakses secara bebas. Siswa kini dapat belajar dari berbagai sumber tidak hanya dari Lembaga Pendidikan formal seperti sekolah. Namun, ada yang tidak dimiliki oleh sumber-sumber itu, yaitu sentuhan, pengalaman, dan kebijaksanaan seorang guru.
“Sesungguhnya hal itu justru hari ini menjadi sangat krusial untuk membentuk karakter anak di tengah terpaan informasi dan pengaruh dari luar. Oleh karena itu, saya berharap guru dapat menjalankan peran sebagai pendidik seutuhnya, tidak hanya pemberi ilmu tetapi juga orang tua di sekolah yang menjadi pembentuk karakter siswa,” katanya.













