Berkomitmen Pada Pendidikan, Gubernur Khofifah Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha dari PGRI Pusat

oleh

PTM Bertahap

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jatim ini menambahkan, pada 18 Agustus 2020 tahun lalu Jatim mulai melakukan pemetaan terkait pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap. Dimana satu kab/kota hanya satu sekolah, 1 SMA, 1 SMK atau sederajat dan satu kelas hanya diisi 10 orang di awal.

Tidak hanya itu, setiap UPT Pemprov Jatim dan cabang dinas pendidikan Provinsi Jatim wajib menyiapkan tempat pembelajaran. Selain sarana prasarana, disiapkan pula jaringan internet yang lancar. Ia pun meminta tidak menyiapkan tempat pembelajaran namun juga menyiapkan makan siang.

“Kami menyebut ini hybrid learning secara bertahap. Ini sesuatu yang kita ingin bangun dalam upaya kita meningkatkan SDM, dan tanggungjawab kita. Dan Alhamdulillah ini semua berjalan lancar. Terimakasih support Bupati/Walikota dan seluruh kepala cabang dinas pendidikan se – provinsi Jatim,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd memgatakan bahwa sebelum memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Gubernur Khofifah, PGRI telah melakukan penelusuran mendalam atas kriteria yang telah ditetapkan baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif, maupun jejak digital.

“Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Ibu Gubernur Jatim, ditambah beliau sebagai Gubernur telah banyak menerima penghargaan kurang lebih ada 120 penghargaan baik nasional maupun internasional. Semoga anugerah ini bisa menambah semangat ibu dalam mendarma baktikan diri bagi bumi pertiwi khsususnya di Jatim,” katanya.

Menurutnya, sesuai tema peringatan HUT ke-76 PGRI dan HGN tahun 2021 yakni ‘Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan Menuju Bangkit Guruku, Maju Negeriku: Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’ mengandung makna bahwa peran guru, dosen, pendidik dan tenaga kependidikan sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.

“PGRI memandang bahwa diantara beragam dampak covid-19, ada makna positif atau turning point bagi PGRI dengan menjadikan disrupsi teknologi sebagai kekuatan untuk mengubah arah dan strategi perjuangan organisasi dalam meningkatkan martabat dan dan marwah anggota organisasi,” katanya.

Prof. Unifah mengatakan, pandemi ini melahirkan kegairahan baru bagi guru untuk terus belajar. PGRI juga memfasilitssi jutaan guru terkoneksi untuk saling belajar melalui beragam kegiatan baik webinar, workshop, termasuk ketika alan menghadapi ujian PPPK.

Menurutnya, inovasi teknologi pembelajaran saat ini telah menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari, memperkuat solidaritas dan soliditas. PGRI mempelopori lahirnya guru era baru dimana belajar dan pelatihan tidak hanya dimonopoli oleh mereka yang ada di perkotaan, tetapi juga akses bagi semua.

“Terimakasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang tidak pernah lelah mendengar suara hati kami, mengerti kebutuhan dan harapan jami terutama dalam penyelesaian berbagai persoalan guru, honorer dan guru 3T baik negeri dan swasta, serta menjadikan guru, dosen, mahasiswa dan pelajar untuk diprioritaskan dalam vaksin covid,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah berkesempatan langsung menyapa para guru yang berada di luar negeri dan daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) secara virtual. Diantaranya Didit Janu dari Kab. Malang yang menjadi guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Thailand, kemudian Eka Ermonika tenaga kependidikan honorer di NTB.

Serta turut meninjau stand pameran yang menampilkan inovasi hasil karya guru-guru se-Jatim selama pandemi, baik guru Sekolah Pendidikan Khusus, SMA/SMK, berupa inovasi program pendidikan di Jatim seperti elektrika, robotika dan produk UMKM.

Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Sesdirjen GTK Kemendikbud Prof. Nunuk Suryani, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf, Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, serta para guru anggota PGRI dari berbagai wilayah di Indonesia. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.