Bersujud Tilawah Atau Bertasbihlah!

oleh

SURABAYA| DutaIndonesia.com – Dalam ajaran Islam, kita mengenal empat jenis sujud kepada Allah. Yakni sujud sholat fardhu, sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah. Keempat sujud tersebut, harus difahami dengan baik.

Hal ini dikatakan Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Senin, 2 Februari 2026, di Pondoknya di Siwalan Kerto, Wonocolo Surabaya. Dengan penuh kesabaran, Kiai Asep menjelaskan satu persatu.

Sujud Shalat, yakni sujud yang dilakukan dua kali dalam setiap rakaat shalat fardhu maupun sunnah. Sujud ini hukumnya wajib.

Sujud Syukur, yakni sujud satu kali yang dikerjakan sebagai ungkapan terima kasih atas kenikmatan besar atau terhindar dari bahaya. Dilakukan di luar shalat, disunnahkan dalam keadaan suci dan menghadap kiblat

Sujud Sahwi, yakni sujud dua kali yang dilakukan sebelum atau sesudah salam karena kelupaan (kurang/lebih rakaat, atau ragu) saat shalat.

Sedang Sujud Tilawah adalah sujud satu kali yang dilakukan saat membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah dalam Al-Qur’an, baik di dalam shalat maupun di luar shalat.

SUJUD TILAWAH

Pengajian subuh kali ini, Kiai Asep memfokuskan pada penjelasan sujud tilawah. “Jadi anak-anak, ketika kalian membaca ayat-ayat Al Qur’an, kemudian menemui kata-kata sajadah (perintah sujud), maka hendaknya berhenti sebentar membaca Al Quran, kemudian bersujud satu kali.”

“Cara bersujud, duduklah menghadap kiblat, selayaknya gerakan sholat mau sujud. Lalu sujud satu kali. Saat sujud membacalah do’a sujud pada umumnya, yakni ‘Subhana robial a’la wabihamdi 3x’. Setelah itu duduk, dan selesai,” jelas Kiai Asep sambil memperagakan gerakan sujud di depan para santriwan santriwatinya.

“Ayo sekarang giliran kalian yang sujud tilawah. Saya yang akan memperhatikan,” kata Kiai Asep yang membuat pengajian yang tadinya banyak santri yang ngantuk, sontak menjadi hidup dan seru, karena mempraktikkan sujud tilawah.

“Nah kalau kalian karena sesuatu hingga kikuk atau enggan untuk sujud, maka gantilah dengan membaca tasbih; ‘Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallah wallahu akbar’ yang artinya “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar”,” kata Kiai Asep.

Adapun ayat-ayat yang mengandung kata-kata As Sajadah, antara lain;
ayat Al A’raf (150); Ar Ra’d (15); Al-Nahl (49); Al Isra’ (107), Mariyam (58); Al Hajj (18); Al Hajj (78); An-Naml; As-Sajdah (15); Al-Furqan (60); Fussilat (38); An-Najm (62); Al-Insyiqaq (21) ; Al-Alaq (19); Suratul Sad (24).

Jadi begitu membaca Al Qur’an pada surat dan ayat-ayat tersebut di atas, hendaknya kita bersujud tilawah. Kalau pun tidak memungkinkan, bacalah bacaan tasbih.

“Sujud tilawah ini hukumnya sunnah muakad, yakni sunnah yang dianjurkan,” jelas Kiai Asep mengakhiri pengajiannya. (Moch. Nuruddin)

No More Posts Available.

No more pages to load.