Ekspor ke Jepang
Khofifah yakin pelaku UMKM dapat berkontribusi besar membangkitkan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 jika bermigrasi ke ekosistem digital. Bahkan, juga berpotensi menciptakan lapangan kerja yang hilang akibat pandemi Covid-19.
“Semua pelaku UMKM mau tidak mau harus adaptif dan inovatif memanfaatkan teknologi. UMKM memainkan peranan penting sebqgai motor penggerak ekonomi karena tahan banting,” imbuhnya.
Dalam kunjungannya tersebut, Gubernur Khofifah melihat langsung proses pembuatan produk bahkan berdialog dengan pengrajin yang kebanyakan adalah ibu-ibu. Bahkan dirinya secara khusus memuji semangat dan keuletan ibu-ibu Desa Kelbung tersebut. Mereka dinilai telah advance dan tas yang dihasilkan dinilai sudah sangat rapi pengerjaannya.
“Saat ini pasar yang berhasil dirambah seperti Jogja, Jakarta dan Bali. Bahkan telah beberapa kali mencapai Pasar Mancanegara yaitu Jepang dan Belanda. Jika migrasi ke ekosistem digital saya yakin akan semakin banyak lagi pasar yang bisa dijangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Pemilik usaha Kerajinan Benang Agel, Hamidah mengatakan bahwa sampai saat ini tercatat negara yang selalu menjadi importir kerajinan benang agel adalah negara Jepang.
Dalam waktu satu bulan, Hamidah mengaku bisa memproduksi 300 produk. Rumahnya yang dijadikan pusat produksi dan pengambilan barang pun selalu ramai setiap harinya. Dirinya menyebut ada 70 orang pekerja yang setiap hari datang.
“Tidak semua mengerjakan anyamannya disini. Kadang ada yang dibawa pulang. Tapi itu biasanya yang sudah kami berikan pemahaman lebih dulu. Jadi kalau sudah ada (bekalnya) baru boleh dibawa kerumah. Alhamdulillah tiap bulannya omzet kami masuk diangka 15juta,” sebutnya. (gas)













