Buntut Demo Pekerja dan FSPMI, PT IKSG Harap Para Pihak Hormati Proses Yang Sedang Berlangsung

oleh

TUBANDutaIndonesia.com –Menindaklanjuti aksi demo yang dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sesuai surat No. 0905/KC.FSPMI/TBN/VIII/2022, para pekerja dan FSPMI mengadakan aksi demo pada tanggal 23 – 26 Agustus 2022 dengan mendirikan tenda di depan kantor IKSG Tuban.

Atas kejadian tersebut, PT IKSG yang merupakan anak perusahaan PT SIG pabrik Tuban angkat bicara melalui Senior Manager of Human Capital (SM of HC) , Sayekti, Jumat (26/08/2022).

SM of HC PT IKSG Tuban, Sayekti melalui keterangan persnya menyampaikan hal-hal sebagai berikut, di antaranya aksi demo tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan PHK yang dilakukan oleh PT Swabina Gatra kepada 33 Pekerja.

“PT Swabina Gatra adalah salah satu vendor pemborong pekerjaan di IKSG, sehingga hubungan antara IKSG dan PT Swabina Gatra melalui kontrak jasa pemborongan,” kata perempuan berkacamata itu.

Dari keterangannya, ia menjelaskan sejak beberapa bulan terakhir telah terjadi penurunan permintaan produksi di IKSG untuk menyesuaikan permintaan kebutuhan pasar. 

“Sehingga IKSG dan PT Swabina Gatra menyepakati untuk melakukan perubahan penurunan volume kontrak pemborongan,” timpalnya.

Atas dasar itu, kata Sayekti terjadilah perubahan penurunan volume kontrak tersebut, sehingga PT Swabina Gatra menyesuaikan jumlah pekerjanya dengan melakukan PHK sebanyak 33 pekerja terhitung mulai 9 Agustus 2022, dan PT Swabina Gatra telah melaksanakan kewajibannya sebagai pemberi kerja.

“Sesuai informasi dari PT Swabina Gatra dalam proses pengambilan keputusan tersebut, PT Swabina Gatra telah melakukan beberapa kali perundingan melalui Bipartit antara PT Swabina Gatra dengan pekerja dan FSPMI, namun belum diperoleh kesepakatan,” sambung perempuan asli Tulungagung itu.

Sehingga, sambung dia setelah perundingan Bipartit gagal, selanjutnya dilakukan proses mediasi yang dilakukan di Disnakerperin Tuban (tripartit) antara Para Pihak (PT Swabina Gatra, Pekerja dan FSPMI). 

“Hingga siaran pers ini kami sampaikan, proses penyelesaian perselisihan antara PT Swabina Gatra, pekerja dan FSPMI perihal PHK tersebut telah dilimpahkan oleh Disnakerperin Tuban kepada Disnaker Provinsi Jawa timur,” tandasnya.

Sehingga pihaknya berharap, para pihak menghormati proses yang sedang berlangsung dengan tetap menjaga situasi yang kondusif.

Sementara itu, Kadisnakerperin Tuban, Sugeng Purnomo sepakat agar para pihak menghormati proses yang masih berlangsung.

“Senin (22/08) kami sudah fasilitasi mediasi, namun masih menemui jalan buntu, sehingga prosesnya kita limpahkan kepada Disnaker Jatim,” terang mantan Camat Kerek itu.

Dan selanjutnya, kata dia juga akan dilakukan mediasi di Surabaya di tempat netral oleh mediator dari Disnaker Jatim, rencananya Rabu (31/08/2022). (hud)

No More Posts Available.

No more pages to load.