PAMEKASAN | DutaIndonesia.com – Warga Pamekasan tidak boleh lupa sejarah. Karena dalam sejarah itu terdapat beberapa pelajaran sehingga melalui beberapa episode sejarah bisa memberikan edukasi pada kawula muda bahwa mengenal liku liku perjalanan sebuah daerah bisa mengantarkan menuju pencapaian tujuan yang diinginkan.
Hal itu dikemukakan oleh Bupati Pamekasan KH Khalilurrahman pada wartawan usai menjadi pembina upacara dalam upacara peringatan Hari Jadi Pamekasan yang ke 495 di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati, Senin (3/11/2025).
Yang menarik sambutan Bupati Khalil selaku Pembina upacara menggunakan bahasa Madura. Bupati Khalil mengatakan ini penting dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan sebuah etnis, karena bahasa merupakan bagian dari ciri khas sebuah etnis tertentu.
“Rata rata kalau bahasa dijalankan dengan baik maka insya Allah etnis masyarakat tetap bertahan, karena kita tidak ingin menjadi seperti bangsa Babilonia. Babilonia itu adalah sebuah bangsa yang karena tidak mempertahankan karakter budaya dan bahasanya mereka melebur ke Arab, maka bangsa Babilonia tidak terbaca saat ini,” ungkapnya.
Dia mengaku Pamekasan kini adalah masuk 10 daerah di Indonesia yang mendapat penghargaan karena berhasil mempertahankan berbagai budaya daerah yang dimilikinya dan sebagian dari budaya itu adalah bahasa daerahnya.
Usai upacara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kematian bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan bantuan kepada para pihak lainnya. Ada 8 orang penerima bantuan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan yang menerima santunan dengan jumlah total mencapai Rp 1,23 miliar.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Pamekasan pada Senin (3/11/2025 ) selain berupa upacara bendera pada pagi harinya, dilanjutkan dengan sidang paripurna DPRD Pamekasan yang dilaksanakan sekitar pukul 12.WIB. Lalu pada malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan Haul Ronggosukowati yang dilaksanakan di Masjid Agung As Syuhada Pamekasan.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Muhammad Khomarul Wahyudi mengharapkan momentum peringatan hari jadi Pamekasan dijadikan introspeksi untuk membuat kebijakan yang strategis dan menghindari kebijakan yang boros.
“Pamekasan harus bisa melakukan seleksi anggaran yang skala prioritas untuk kebutuhan masyarakat, tidak boleh ada dan harus dicegah kebocoran anggaran guna menciptakan ruang fiskal yang sehat untuk Pemekasan yang jauh lebih baik. Optimisme harus kita bangun dari seluruh elemen masyatakat untuk pembangunan yang jauh lebih baik lagi,” katanya. (mas)













