PROBOLINGGO| DutaIndonesia.com – Selama dua hari, Jumat dan Sabtu (22/7/2023), para musisi senior hingga penyanyi muda menghentak dinginnya udara gunung dalam perhelatan Jazz Gunung Bromo 2023. Setelah para musisi senior seperti Mus Mujiono dan Atiek CB yang tampil pada hari pertama Jumat, pada hari kedua Jazz Gunung Bromo ke-15 di hari kedua berlangsung semarak hingga memukau wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Jazz Gunung Bromo 2023 memang Sungguh Spektakuler, dan mampu Memukau Wisatawan Menikmati Musik Berkualitas
Konser musik jazz yang digelar di Amphiteater Hotel Jiwa Jawa ini ramai ditonton ribuan Al-Jazziyah dari berbagai daerah. Penampilan para musisi yang memukau membuat mereka betah berlama lama menahan dinginnya udara Gunung Bromo.
Para musisi yang tampil di Jazz Gunung 2023 bertema ‘Indahnya Jazz Merdunya Gunung’ itu diantaranya Margie Seger & Ermy Kullit feat Yongkeys Perform, Varnasvara with Daniel Dyonisius Perform, Jeremie Ternoy Trio Perform, Second Brain Perform, Ring Of Fire Project Feat Denny Caknan Perform, dan Yura Yunita.
Konser hari kedua pada Sabtu (22/7/2023) itu sungguh meriah. Jazz Gunung 2023 dimulai pukul 14.30 WIB dan sekitar pukul 20.45 WIB malam pertunjukan berakhir. Para jamaah Al-Jazziyah langsung berdendang dan berjingkrak-jingkak saat Ring Of Fire feat Denny Caknan tampil di panggung. Sedangkan di hari pertama, selain Atiek CB dan Mus Mujiono, pemenang Indonesian Idol, Salma juga tampil memukau.
Penonton makin antusias ketika lagu Kertonyono Pedot Janji didendangkan. Meski cuaca dingin mencapai 12 derajat celcius, namun hal ini tak jadi masalah. Terlebih, jogetan riang penonton makin menjadi-jadi saat lagu Loss Dol dinyanyikan sebagai lagu penutup.
Usai Denny Caknan perform, giliran Yura Yunita memberikan penampilan yang juga sangat memukau. Beberapa lagu dinyanyikan Yura Yunita diantaranya lagu berjudul Jalan Pulang, Tutur Batin dan Dunia Tipu-tipu. Tiga lagu tersebut bahkan membuat penonton hanyut dalam suasana hingga kompak menyalakan lampu flash light dari ponselnya.
“Tentunya sangat senang sekali bisa tampil di Jazz Gunung. Dengan adanya acara yang luar biasa ini tentunya harapan kami musisi di Indonesia bisa terus maju,” kata Denny Caknan usai perform di Jazz Gunung 2023.
Terpisah, salah satu penggemar Jazz Gunung, Fransiska mengatakan, segala pertunjukan dalam acara ini membuatnya takjub. Bahkan, suhu dingin yang mencapai 12 derajat celsius sepertinya tidak terasa lantaran penampilan memukau para musisi.
“Sangat berbeda melihat Jazz Gunung di indoor dengan outdoor, apalagi kalau lihat jazz di gunung sangat dingin itu sangat istimewa. Apalagi para musisi tidak hanya dari negara kita, tapi juga musisi dari luar negeri,” ujar Fransiska.

Sementara di hari pertama, konser dibuka
dengan penampilan Salma Salsabil yang membawakan beberapa lagu hits, termasuk tembang Rungkad yang sukses membuat semua penonton bergoyang. Jazz Gunung 2023 dilanjutkan dengan penampilan Deredia yang membuat semua orang tertawa bahagia.
Sore menjelang, giliran musisi senior Mus Mujiono yang naik ke atas panggung. Ia menghangatkan suasana yang makin dingin dengan tembang-tembang lawasnya.
Meski Mus mengaku tangannya sempat kram karena kedinginan, namun tidak dengan penonton yang justru semakin ramai bergoyang. Bahkan ketika Mus menutup penampilannya, semua penonton justru ingin nambah lagu dan berjoged lagi.
Malam makin dingin, namun penonton semakin bersemangat menyambut penampilan quintet asal Belanda, Henk Kraijeveeld Quintet. Mereka tidak hanya membawakan lagu berbahasa asing, namun juga menyanyikan lagu Tersiksa Lagi dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih dan membuat semua penonton ikut berdendang.
Selanjutnya penyanyi yang sekarang tinggal di Amerika Serikat Atiek CB tampil dalam gelaran Jazz Gunung Bromo 2023 hari pertama pada Jumat, (21/6/2023). Bersama Blue Fire Project, Atiek CB juga berhasil memecahkan dinginnya Jazz Gunung Bromo yang digelar di atas ketinggian 2.000 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Penyanyi asal Kediri itu membuka penampilannya dengan lagu Optimis. Penampilannya berlanjut dengan membawakan lagu Cemburu, Maafkan, Kau di mana, Dia dan Terserah Boy.
Atiek CB tampil memukau penonton layaknya lady rocker muda saat membawakan lagu-lagu terbaik yang pernah dinyanyikannya pada era 1980-an hingga 1990-an tersebut. Suasana begitu pecah ketika Atiek menghampiri seluruh sudut arena dan mengajak penonton bernyanyi bersama. Atiek pun tak sungkan menodongkan mikrofon langsung ke hadapan penonton yang ikut bernyanyi bersama. (gas)














