Dapat KartaNU Seumur Hidup, Presiden Prabowo Tutup Muktamar ke-35 NU

oleh

JOMBANG| DutaIndonesia.com – Presiden Prabowo Subianto mengaku terkesan setelah menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNU) dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). KartaNU diserahkan langsung Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Prabowo mengatakan, kedatangannya ke penutupan Muktamar ke-35 NU merupakan bentuk pemenuhan janji setelah dirinya mendapat kabar bahwa Kartu Tanda Anggota NU untuknya telah tersedia. “Saya terkesan, saya memenuhi janji saya karena saya dapat telepon berapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang. Saya datang karena janji-janji harus dipegang. Begitu saya dapat saya putuskan saya hadir,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut penerimaan KartaNU tersebut menjadi sebuah kehormatan besar baginya. Ia juga menyoroti keterangan yang tercantum pada kartu tersebut sebagai anggota seumur hidup.

“Terima kasih, ini kehormatan besar bagi saya. Dan ini di sini ada luar biasa lagi di sini. Di bawahnya disebut anggota seumur hidup, ini luar biasa ini,” pungkas

KartaNU tersebut diserahkan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kepada Prabowo, sebelum Presiden naik ke podium untuk menyampaikan pidato dalam acara penutupan Muktamar ke-35 NU . Sebelumnya, Prabowo memang sempat meminta agar dirinya mendapatkan Kartu Tanda Anggota NU. Keinginan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).
“Gus Yahya, aku dari dulu minta Kartu NU. Jadi masih hutang sama saya ya. Kalau bisa sebelum penutupan Muktamar ya. Kalau penutupan tanggal 31, kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31,” kata Prabowo.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengaku ada banyak unsur angka delapan dalam dirinya, mulai dari tanggal lahir hingga umur. Ia menilai ada kecocokan dengan Presiden Prabowo Subianto yang juga menyukai angka delapan.

Hal itu diungkapkan Gus Kikin di hadapan Presiden Prabowo saat berpidato kali pertama sebagai Ketua Umum PBNU di Penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

“Saya juga banyak unsur delapannya. Saya tanggal lahir saya 17, Pak. Jumlahnya delapan. Bulannya juga delapan. Tahunnya juga 58. Dan saya kebetulan diamanahi menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang kedelapan,” tutur Gus Kikin.

Gus Kikin memambahkan, “Jadi rasanya tidak berlebihan saya mencocok-cocokkan ini, cocok dengan PBNU. Semuanya cocok, mungkin tinggal nasibnya yang agak beda orangnya.”

Lebih lanjut, Gus Kikin bersyukur Muktamar ke-35 NU bisa berjalan lancar, mulai proses pembahasan dan persidangan komisi. Ia menilai banyak solusi yang dicapai dalam forum-forum Muktamar ke-35 NU. “Ini saya tidak tahu mungkin barangkali ini barokahnya Pondok Tambakberas ini ada, punya Mbah Wahab. Mudah-mudahan mendapat balasan yang terbaik dari Allah SWT. Nanti mungkin barangkali acara-acara yang lain, kalau di Tambakberas ini banyak barokahnya, kita ulang lagi punya Mbah Wahab, ya,” kata Gus Kikin. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.