Inovasi, jejaring, dan kolaborasi. Salah satu di antara tiga model pembinaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang dilakukan PT Pertamina, selain go modern, go online, dan go global, adalah menumbuhkan inovasi, jejaring, dan kolaborasi di antara para UMKM. Yang menarik, inovasi dan kolaborasi itu justru ditumbuhkan di ajang kompetisi Pertapreneur Aggregator yang membuat UMKM semakin antusias untuk mandiri dan terus naik kelas. Salah satunya UMKM Coklat Topeng Malangan milik Lukis Oktihariati.
Oleh Gatot Susanto
LUKIS OKTIHARIATI mengaku tak akan pernah melupakan pengalaman saat ikut dalam pameran dagang skala internasional terbesar di Indonesia bertajuk “Trade Expo Indonesia” (TEI) 2022. TEI 2022 yang dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten, pada 19 Oktober telah berakhir pada Minggu 23 Oktober 2022. Dalam ajang TEI 2022 itu Pertamina memboyong 50 mitra UMKM binaannya, termasuk UMKM Lucky’s Coklat Topeng Malangan milik Lukis Oktihariati asal Malang, Jawa Timur ini.
Seperti biasa, usai membuka pameran, Presiden Jokowi meninjau stan-stan di arena pameran tersebut. Saat itu Kepala Negara melihat-lihat stan di bagian belakang stan yang ditempati oleh Lukis. Kepala Negara terlihat dikerumuni sejumlah orang. Dijaga ketat oleh petugas Paspampres.
Lukis pun memperkirakan tidak mungkin dirinya bisa bertemu Presiden Jokowi untuk sekadar minta foto bersama. Apalagi mengenalkan produknya. Jarak 5 meter saja sudah dihadang oleh Paspampres. Posisi Lukis berdiri saat itu berjarak sekitar 10 meter.
Tiba-tiba terbersit ide yang cukup berani. Sedikit nekat. Sebuah ide yang diilhami dari kebiasaannya melihat Youtube yang membahas masalah Presiden Jokowi. Lukis pun bergegas mengambil Coklat Topeng Malangan produksinya. Lalu coklatnya yang unik itu dia angkat sambil sedikit berteriak: Pak Jokowi saya dari Malang, saya bawa Coklat Topeng Malangan, Pak…!
Mendengar suara Lukis, Presiden pun menoleh. Bukan hanya menoleh, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo itu juga memanggilnya. Kontan saja, Paspampres pun membukakan jalan untuk Lukis yang bergegas menghampiri Presiden Jokowi.
”Sebenarnya kejadian itu Pak Jokowi tidak lewat stan depan saya, tapi lewat stan di belakang saya. Tidak tahu kenapa? Padahal sama-sama stan UMKM binaan Pertamina. Kemudian saya ingat, saya kan sering lihat Youtube soal Pak Jokowi, soal bagaimana orang-orang minta foto bareng Pak Jokowi dan lain lain. Saat itu teman-teman juga menggerumbul, berkerumun ke Pak Jokowi, ya otomatis Paspampres jarak 5 meter kan sudah dihadang, sehingga saya tidak bisa mendekat ke Pak Jokowi. Sebenarnya jarak saya agak jauh sekitar 10 meter. Lalu saya pegang Coklat Topeng Malangan, produk saya itu, saya angkat coklatnya sambil teriak tadi. Saya tunjukkan ke atas coklatnya, lalu saya dipanggil, diawe oleh Beliau, terus oleh Paspampres saya dikasih jalan. Saya diajak ngobrol, ditanya dari mana, produknya apa saja. Lalu sama Pak Jokowi dibolak-balik coklat saya, dibaca tulisan di kemasannya, lalu tanya mana yang megang kameranya, saya tunjukkan, ‘ itu suami saya pak!’, ” kata Lukis kepada DutaIndonesia.com dan Global News, mengenang momen saat bertemu Presiden Jokowi di arena pameran TEI 2022, Rabu (26/10/2022).
Lukis memuji Presiden Jokowi. Selain postur tubuhnya yang ternyata tinggi, dia terkesan dengan sikap ramah Sang Presiden. “Ternyata Pak Jokowi orangnya tinggi, gak seperti di TV. Orangnya baik. Di TV Pak Jokowi terkesan pendek. Mungkin karena dikelilingi Paspampres yang memang posturnya lebih tinggi,” katanya.
Momen bertemu Jokowi merupakan tahapan baginya untuk menjadikan UMKM Lucky’s Coklat Topeng Kota Malang naik kelas. Perjuangannya, keberaniannya, disertai sedikit nekat, termasuk kunci untuk meningkatkan UMKM-nya.
Bukan hanya itu, Lukis juga mendapat percepatan untuk melewati proses seleksi di UMKM binaan Pertamina. Tahapan dalam UMKM binaan Pertamina sendiri ada tiga. Pertama UMKM go Modern, kedua UMKM go Digital/Online, dan ketiga UMKM go Global. Tujuannya agar UMKM binaannya naik kelas melalui skema roadmap pembinaan yang sejalan dengan upaya pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasional perusahaan pelat merah tersebut. “Mulai dari kondisi tradisional, go modern, go digital, go online, hingga go global,” katanya.
Nah, melihat produk dan kepiawaian Lukis, Panitia dari Pertamina ternyata tidak memasukkan Lukis pada tahapan pertama. Dia langsung masuk tahap kedua, UMKM Go Digital/Online.
Biasanya kalau binaan baru pertama itu dimasukkan ke go modern. Maksudnya dari yang semula tradisional naik kelas ke modern. Kalau sudah bagus baru ke go online dan go global.
“Nah kemarin, tidak tahu ceritanya, oleh Pertamina saya dimasukkan langsung ke go online, melewati tahapan go modern. Saya tanya, mengapa mbak kok saya tidak masuk go modern, dijawab karena produk saya sudah tidak cocok lagi di go modern. Jadi langsung go online. Sekarang go online masih penyisihan. Dari 100 besar, gak tahu ceritanya, karena mungkin saya aktif, antusias, dinilai bagus, tiba-tiba saya dimasukkan di lomba Pertapreneur Aggregator. Saya masuk 20 besar, menuju 10 besar. Nah, karena kapasitas pamerannya hanya 50, mungkin karena saya masuk 20 besar di Aggregator, saya diajak pameran ini,” kata Lukis.
Pada tahap ini, Lukis sangat bersyukur sebab dia diikutkan dalam kompetisi Pertapreneur Aggregator tersebut. Setelah mendapat pembekalan menuju semifinal yang dilakukan secara daring pada Selasa, 4 Oktober 2022, Lukis bersama 49 UMKM semifinalis lain ikut dalam pameran tersebut.
“Saat di Pertapreneur Aggregator, ternyata UMKM di tahapan ini sudah ada dari tahun 2019. Sedangkan saya ikut tahun 2022 ini. Untuk angkatan 2020-2021 gak ada karena pandemi Covid-19. Jadi habis ini tahap 2 selesai akhir tahun. Saya naik kelas ke tahapan 3 di tahun 2023 depan,” katanya.
Soal produknya, Lukis mengatakan, produknya cukup banyak. Dia mengaku menyiapkan untuk pasar lokal maupun untuk pasar global. Karena itu dia pun harus terus berinovasi agar produknya bisa diterima di pasar yang lebih luas lagi.
Jadi ada yang target pasar lokal. Ada juga yang disiapkan untuk pasar global. Untuk ekspor. Sebenarnya sudah sejak dulu ada orderan dari Hongkong dan Taiwan. Cuma kami gak sadar kalau itu ekspor. Mengapa? Ya, sebab kapasitasnya kecil. Kami berpikir kalau ekspor itu pakai kontaineran besar, gitu…,” katanya sembari tersenyum.
UMKM milik Lukis memiliki sejumlah produk. UMKM yang berlokasi di Tasikmadu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, ini dikenal sebagai produsen aneka coklat, aneka kripik dan aneka permen. Sekaligus suplier untuk toko oleh oleh, camilan, retail modern, dan swalayan.
“Produk yang saya unggulkan itu Coklat Topeng. Karena itu coklatnya detail. Untuk kompetitor ada, tapi belum sedetail produk saya. Dia cuma di-blok coklat saja tidak detail karakternya seperti milik saya,” katanya.
Yang dimaksud detail karakternya itu, kata dia, coklat topeng malanganya juga ada matanya, ada alis, ada hidung, dengan warna-warna, dan ada pula hiasan pada bentuk topengnya. Sedangkan coklat milik kompetitornya tidak sampai sedetail itu. Ini yang mungkin menjadi nilai plus dari produk kami, katanya.
Ilmu dan Pengalaman
Setelah ikut program pembinaan Pertamina ini, Lukis mengaku mendapat banyak pelajaran sekaligus pengalaman praktis dalam mengembangkan UMKM. Termasuk masalah ekspor. Misalnya soal bagaimana UMKM menyikapi pasar. Lalu bagaimana harus menghadapi buyers, baik di dalam maupun luar negeri.
“Ya benar, soal bagaimana menyikapi pasar. Bagaimana menyikapi buyer. Bagaimana nego dengan buyer di pameran. Nego sampai deal,” katanya.
Sebelum ikut pameran, PT Pertamina (Persero) memberikan pembekalan kepada 50 UMKM semi finalis untuk dapat menampilkan kualitasnya sebagai seorang business aggregator dalam berinovasi dan berkolaborasi pada kompetisi Pertapreneur Aggregator. Pembekalan itu diisi narasumber, antara lain Herdiyanti Dwi Lestari selaku Officer II SMEPP Pertamina, Didi Andrian, Officer II Media Communication Pertamina, dan Satya Bilal selaku Exclusive Facilitator.
Lukis dan UMKM Aggregator lain sangat diperlukan untuk bisa menjadi network collaboration dari mitra binaan Pertamina sebagai upaya percepatan pertumbuhan industri UMKM di Indonesia. Hal itu sekaligus untuk meningkatkan kapasitas SDM melalui digitalisasi bagi para UMKM.
Fokus utama digitalisasi adalah optimalisasi sosial media untuk mengembangkan usaha para UMKM. Hal itu mengingat saat ini sebanyak 93,4% masyarakat merupakan pengguna sosial media dan sebanyak 50,5% orang menggunakan sosial media untuk mencari info produk.
Karena itu Lukis dibantu sang suami, Eka Andika, pun aktif mempromosikan semua produknya melalui media sosial, mulai Facebook, Instagram, hingga Tiktok. Akun media sosialnya pun memiliki ribuan pertemanan. Dalam akun Facebooknya, dia rajin membranding produk coklat dan camilannya. Salah satunya dengan menampilkan foto dirinya dan coklatnya bersama Presiden Jokowi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan sejumlah artis, seperti Andre Taulany, dan lain-lain. Tujuannya agar customer baru lebih yakin, bahwa usaha kita bukan abal-abal, katanya.
Setelah menjadi business aggregator, sesuai target Pertamina, Lukis pun mengajak UMKM lain di lingkungan sekitarnya untuk naik kelas. Lukis bukan hanya menginspirasi tapi juga membagikan ilmunya kepada para UMKM tersebut. Bahkan menggunakan jaringannya di retail modern untuk memasarkan produk para UMKM di lingkungan sekitarnya tersebut.
“Ya, proposal saya ke Pertamina untuk Pertapreneur Aggregator judulnya Aggregator produk UMKM menembus pasar retail modern. Maksudnya dengan chanel yang sudah kami miliki, kami bisa membantu teman- teman UMKM lain untuk memasarkan produknya di retail modern, swalayan, dan toko-toko wisata,” katanya. (*)












