Dari Sumpah Pemuda ke Pentas Global: Bahasa Indonesia Bergema di Moskow

oleh
Kongres bahasa Indonesia di KBRI Moskow

MOSKOW | DutaIndonesia.com – Tepat 98 tahun setelah para pemuda mengikrarkan bahasa persatuan, bahasa Indonesia kembali menjadi sorotan, kali ini di Moskow. Sekitar 140 peserta berkumpul di HSE University pada Rabu (28/10) untuk mengikuti Kongres Bahasa Indonesia ke-2 di Rusia.

Kongres bertema “Bahasa Indonesia di Pentas Global: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan” ini berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Kegiatan diselenggarakan KBRI Moskow melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan, dengan HSE University sebagai tuan rumah.

Kongres dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat. Turut hadir Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Jose Tavares; Iyus Yusuf dari Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Pustanda), Badan Bahasa; pejabat HSE University; perwakilan NIKA School; serta para Indonesianis, pengajar, mahasiswa, dan tamu undangan lainnya.

Wamen Atip: Bahasa Indonesia, Jembatan Persahabatan bagi Dunia

Saat membuka kongres, Wamen Atip Latipulhayat langsung menegaskan arah besar diplomasi bahasa. “Penginternasionalan bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya memperluas jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia, melainkan upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global,” tegasnya.

Wamen mengingatkan, bahasa Indonesia telah menjadi salah satu dari sepuluh bahasa resmi Sidang Umum UNESCO sejak 20 November 2023. Namun, capaian itu bukan garis akhir. Pengakuan tersebut justru membuka babak baru: bahasa Indonesia harus benar-benar dipakai di forum internasional, dunia pendidikan, publikasi akademik, perdagangan, hingga pariwisata.

Peta jalannya sudah disiapkan. Pemerintah menyusun Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025–2045 dengan empat tahap: Fondasi (2025–2029), Ekspansi (2030–2034), Akselerasi (2035–2039), dan Konsolidasi (2040–2045).

Kemajuannya pun terukur. Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI) naik dari 51,44 pada 2024 menjadi 52,99 pada 2025, dan ditargetkan menembus 55,87 pada 2029. Meski begitu, Wamen mencatat dimensi media digital serta khazanah bahasa, sastra, dan ilmu pengetahuan masih menurun. Artinya, kerja penginternasionalan harus menyeluruh.

Ujung tombaknya adalah program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Per Oktober 2026, BIPA telah menjangkau 62 negara melalui 520 lembaga penyelenggara, dengan 234.083 pemelajar aktif.

Bagi Wamen, Rusia memiliki posisi strategis berkat tradisi akademiknya yang kuat dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya. Ia mendorong kerja sama Indonesia–Rusia diperluas melalui program BIPA, pertukaran akademisi dan mahasiswa, riset bersama, hingga penerjemahan karya sastra.

“Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia,” pesan Wamen Atip.

Dubes Jose Tavares: Hampir Tujuh Dekade Bahasa Indonesia di Rusia

Dalam sambutannya, Dubes Jose Tavares mengajak hadirin menengok sejarah. Bahasa Indonesia, katanya, bukan tamu baru di Rusia.

Pengajarannya di Universitas Negeri Moskow sudah dimulai sejak akhir 1950-an. Kini, di HSE University, bahasa Indonesia menjadi salah satu dari dua bahasa Timur utama yang dipelajari selama lima tahun penuh.

Kongres kali ini melanjutkan jejak kongres pertama pada 5 November 2025 di Perpustakaan Sastra Asing Rudomino, yang kala itu dihadiri sekitar 50 Indonesianis muda Rusia. KBRI Moskow, lanjut Dubes, terus bergerak lewat lima langkah: memperkuat pengajaran, membangun Rumah Nusantara, merangkul perguruan tinggi, menyediakan forum ilmiah, dan menghidupkan bahasa melalui budaya. Hasilnya mulai terlihat. Kelas BIPA KBRI yang dibuka kembali pada Juli 2025 kini diikuti 149 pemelajar.

Meski demikian, tantangan masih membentang. Jumlah pengajar terbatas, bahan ajar khusus bagi penutur bahasa Rusia masih minim, dan program belum selalu berkesinambungan. Dubes berharap kongres melahirkan jejaring Indonesianis yang solid di Rusia dan Belarus, serta makin banyak kampus yang membuka kelas bahasa Indonesia.

“Sembilan puluh delapan tahun lalu, bahasa Indonesia menyatukan sebuah bangsa. Hari ini, saya yakin bahasa Indonesia juga mampu menyatukan hati antarbangsa, termasuk rakyat Indonesia, Rusia, dan Belarus,” ucap Dubes Jose Tavares.

Sembilan Narasumber dari Tiga Negara

Panggung kongres diisi deretan Indonesianis dan pakar bahasa dari kampus-kampus ternama di Rusia dan Belarus, serta dari Badan Bahasa. Mereka adalah:

Viktor Pogadaev – Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Rusia
Marina Frolova – Institut Negara-Negara Asia dan Afrika (IAAS), Universitas Negeri Moskow
Svetlana Bannit – Universitas Negeri Saint Petersburg (SPbGU)
Ramil Yuzmuhametov – Universitas Federal Kazan (KFU)
Alena Ignatovic – Belarusian State University of Foreign Languages (BSUFL), Belarus
Iyus Yusuf – Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Pustanda), Badan Bahasa
Anton Sapronov – MGIMO University
Nikita Kuklin – MGIMO University
Polina Evsyukova – HSE University
Generasi Muda Rusia Bicara Bahasa Indonesia

Sorotan lain datang dari sesi Diskusi Mahasiswa. Para mahasiswa pemelajar bahasa Indonesia dari berbagai universitas di Rusia tampil membawakan gagasan mereka dalam lima topik:

Sejarah Bahasa Indonesia di Rusia,
Peran Bahasa Indonesia untuk Generasi Z Rusia, Bahasa Indonesia di Rusia di Era Digital, Bahasa Indonesia sebagai Bahasa, Diplomasi di Rusia, Strategi dan Tantangan dalam Belajar Bahasa Indonesia di Rusia.

Pameran Buku BIPA dan Alunan Keroncong

Kongres tidak hanya berlangsung di dalam ruangan. Di luar ruang kegiatan, panitia menggelar pameran buku-buku BIPA yang dapat dikunjungi para peserta.

Suasana makin hangat saat Veronika Khomkina dan Anastasia Marker tampil membawakan lagu Indonesia “Karena Kamu” dan lagu keroncong “Sapu Tangan”.

Kongres ini turut didukung oleh HSE Club, wadah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di HSE University.

Melalui kongres ini, KBRI Moskow berharap lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat pengajaran bahasa Indonesia di Rusia dan Belarus. Dari Moskow, bahasa yang dulu menyatukan Nusantara kini terus melangkah ke pentas global. (gas)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.