JAKARTA| DutaIndonesia.com – Pakar Hukum dan Politik, Denny Indrayana, semakin kencang mengkritik Presiden Jokowi yang disebutnya terlalu jauh terlibat dalam politik praktis menuju Pilpres 2024. Apalagi setelah Jokowi mengakui telah cawe-cawe dalam urusan partai politik.
Bahkan Denny menuding Jokowi diduga terlibat dalam proses pengambilalihan Partai Demokrat oleh Moeldoko.”Cawe-cawenya Presiden Jokowi nyata terlihat dalam dugaan pencopetan Partai Demokrat, melalui KSP Moeldoko. PK Moeldoko di MA, konon ditukar guling dengan kasus korupsi mafia hukum yang sedang berproses di KPK. Bagaimana ceritanya, Kenapa Presiden Jokowi harusnya dipecat?,” kata Denny dalam cuitan di akun twitternya seperti dilihat Rabu (31/5/2023).
Dalam cuitannya, Denny juga menyertakan lampiran soal cerita yang dimaksud. Lampiran berkop Integrity itu berjudul Cawe Cawe Presiden dan Siasat PK Moeldoko.
“Secara teori, harusnya ikut campurnya istana dalam pengambilalihan paksa Partai Demokrat, juga bisa menjadi pintu masuk pemakzulan Presiden Jokowi,” katanya.
Dia juga membandingkan dengan geger politik di Amerika: Watergate.
“Kalau dalam kasus penyadapan Partai Demokrat Amerika Serikat, itu menjadi skandal 𝘞𝘢𝘵𝘦𝘳𝘨𝘢𝘵𝘦 dan menyebabkan mundurnya Presiden Richard Nixon, karena takut dimakzulkan (impeachment),” katanya. (gas)
Cawe-cawenya Presiden Jokowi nyata terlihat dalam dugaan pencopetan Partai Demokrat, melalui KSP Moeldoko. PK Moeldoko di MA, konon ditukar guling dengan kasus korupsi mafia hukum yang sedang berproses di KPK. Bagaimana ceritanya, Kenapa Presiden Jokowi harusnya dipecat? pic.twitter.com/cDhenI9xdD
— Denny Indrayana (@dennyindrayana) May 31, 2023












