Di Era AI, Justru Semangat Belajar Menulis Manual

oleh
Di Era AI, Justru Semangat Belajar Menulis Manual

MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Ketika orang gandrung AI (artificial intelligence), gemar meminta tulisan instan lewat chat GPT, ada 90 orang justru bersemangat belajar menulis secara manual dengan menggunakan pemikiran sendiri.

Mereka adalah rombongan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik yang tengah tekun mengikuti acara Journalist and Influencer Camp 2025. Acara yang diselenggarakan Majelis Pustaka, Informasi dan Digitalisasi (MPID) ini berlangsung di Hotel Grand Whiz, Trawas, Mojokerto, Sabtu sampai Minggu (8-9/11).

Acara dibuka oleh Ketua PDM Gresik H. Muhammad Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd.I., M. HES. Mengangkat tema “Cultivating Muhammadiyah content creators for global impact.”

Selama dua hari mereka berproses, belajar bersama, berdialog bersama dua narasumber praktisi yaitu Drs. Adriono, wartawan senior- penulis buku, dan Muhammad Irwan, CEO Info Gresik. Dua topik yang dibahas adalah tentang teknik menulis feature dan instagram marketing masterclass.

Tidak hanya berdiskusi, kegiatan ini juga disertai praktik menulis feature serta praktik membuat flyer dan reels. Selesai acara diharapkan peserta akan tumbuh menjadi jurnalis andal dan kreator konten yang turut mengisi website girimu.com maupun meramaikan di dunia maya demi pengembangan dakwah Islam serta sosialisasi kemajuan PDM Gresik.

Menurut Ketua MPID PDM Gresik, Drs Suhartoko, camp ini bukan sekadar diklat biasa, tetapi pendadaran yang terencana dan bertarget. Apa targetnya?

“Setelah acara ini, minimal kita akan menerbitkan dua buku karya bersama,” katanya optimistis.

Ditambahkan, tema buku nanti berisi tentang masalah pendidikan mengingat sebagaian peserta adalah para guru di lembaga perguruan Muhammadiyah dan tentang persoalan sosial dan organisasi di lingkungan sekitar lingkungan karena sebagian peserta adalah perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik.

Selama camp berlangsung terlihat peserta antusias mengikuti semua sesi dan aktif mengajukan pertanyaan. Demikian juga pada sesi praktik menulis dan membuat flyer, peserta berupaya membuat karya yang baik.

Ada satu pesan unik yang disampaikan narasumber Adriono, tentang rahasia pertama menulis features. Apa itu? Matikan handphone saat akan menulis. “Itu sepele tetapi urgen, agar proses melahirkan tulisan menjadi flow, lancar. Prinsipnya, singkirkan segala sesuatu yang berpotensi menghambat mengalirnya gagasan yang sedang kita tuangkan menjadi tulisan,” ujar jurnalis senior itu. (ono)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.