Diaspora Indonesia di Rostov Oblast Rusia Gelar Pameran Budaya di Kamenolomni, Garuda Kencana Curi Perhatian

oleh
Amy Maulana menjelaskan budaya Indonesia.
Amy Maulana menjelaskan budaya Indonesia.kepada pengunjung.

Siapa sangka, di tengah kota kecil Kamenolomni di Wilayah Rostov (Rostov Oblast) , Rusia, semarak budaya Indonesia terpancar begitu kuat. Museum Hemungina Ligoneziy yang terletak di Jalan Krupkaya No. 32 menjadi saksi bisu gelaran pameran budaya dan kehidupan tradisional masyarakat Indonesia.

Oleh Amy Maulana

Bertajuk “Выставка традиционных предметов культуры и быта народов Индонезии” (Pameran benda-benda tradisional budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia), pameran ini menampilkan lebih dari 400 koleksi seni, foto, dan lukisan Nusantara.

Kegiatan yang dimulai pada 24 Agustus 2026 ini menjadi ajang kebanggaan bagi diaspora Indonesia di Rostov Oblast dan Rusia selatan.

Pembukaan pameran pada 4 September 2026 dihadiri oleh Direktur Museum Kislyakova Oksana Viktorovna, diaspora Indonesia Amy Maulana, bersama mahasiswa Indonesia, Jennifer Rose Janice dan Shet Wenda yang sedang berkuliah di Southern Federal University dan Don State Technical University, serta aktivis seni lokal Igor Kalaydov. Acara ini juga dihadiri oleh 25 murid sekolah beserta orang tua dan guru mereka, yang antusias menyaksikan kekayaan budaya Indonesia yang dipamerkan di wilayah Rostov ini.

Direktur museum, Kislyakova Oksana Viktorovna, mengungkapkan apresiasi yang mendalam. “Ini adalah momen yang sangat langka bagi kami di Rostov Oblast. Saya yakin pameran ini akan mendekatkan hubungan antara rakyat Rusia dan rakyat Indonesia,” ungkapnya antusias. Ia juga mengajak seluruh warga Rostov Oblast dan sekitarnya untuk datang dan menikmati keindahan koleksi yang dipamerkan.

Amy Maulana, diaspora Indonesia yang menjadi inisiator, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, terutama museum di Kamenolomni yang telah menjadi tuan rumah dan Igor Kalaydov yang selalu setia mendampingi. “Saya harap benda-benda seni ini menjadi pintu bagi masyarakat Rostov Oblast untuk lebih mengenal Indonesia, dan pada akhirnya mau berkunjung ke Tanah Air,” ujar Amy yang bekerja sebagai expert hubungan Rusia-Indonesia di ANO Center Mediastrategi.

Menurutnya, pameran ini adalah kali kedua di Rostov Oblast setelah sebelumnya sukses di Bataysky, dan ia bertekad untuk membawa kegiatan ini ke lebih banyak kota di Rusia.

Salah satu pengunjung muda asal Rostov Oblast, Luba, mengaku baru pertama kali melihat budaya Indonesia. Ia sangat terkesan dengan patung Garuda Kencana yang menjadi daya tarik utama. “Saya sangat senang dan tertarik. Patungnya luar biasa!” katanya.

Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” ciptaan Ismail Marzuki yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia, serta lagu daerah Melayu Sumatra “Selayang Pandang”. Video tentang hubungan Indonesia-Rusia dan tradisi pernikahan Nusantara juga turut diputar. Pameran ini berlangsung hingga 24 Oktober 2026 dan terbuka untuk umum di Rostov Oblast. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.