Dirikan 100 BMTNU, Gerakan Ekonomi Umat di Jatim Songsong Seabad NU

oleh
Para peserta Rapat Teknis Pendirian BMTNU di kantor PWNU Jawa Timur di Surabaya. (Foto: Media Center NU Jatim)

SURABAYA|DutaIndonesia.com – Gerakan Ekonomi Mandiri menjadi program PWNU Jawa Timur dalam menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Menindaklanjuti komitmen kemandirian ekonomi umat, PWNU Jatim mendirikan 100 Baitul Maal wa-Tamwil (BMT) di setiap cabang di provisi yang menjadi barometer NU tersebut.

PWNU Jatim juga berencana membentuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah, untuk bersinergi memperkuat BMT NU yang ada di setiap PCNU.

BMTNU sebagai lembaga keuangan, sedikitnya telah berdiri 31 kantor BMTNU di Jawa Timur. Dalam program selanjutnya, akan berdiri di setiap cabang minimal terdapat tiga BMTNU. Sementara NU di Jawa Timur terdapat 44 Cabang.

“Ya, ikhtiar pendirian 100 BMTNU dimaksudkan sebagai program menyongsong 1 Abad NU. Langkah ini merupakan bentuk respon terhadap upaya pendampingan UMKM/Mikro untuk kemaslahatan Nahdliyin,” tutur Ir H Mathorurrozaq, Koordinator Bidang Pengembangan Ekonomi Umat PWNU Jawa Timur, dalam keterangannya Senin, 17 Januari 2021.

Menurut Mathor, panggilan akrabnya, pendirian lembaga keuangan BMTNU, secara tegas dimaksudkan untuk membantu warga Nahdliyin terhindar dari jebakan rentenir, pinjaman online, dll.

“Dengan program ini, insyaAllah akan memunculkan potensi SDM NU, mulai dari Dewan Pengawas Syariah (DPS), Pengurus dan Manajemen BMT (Manajer, Pimpinan Cabang, Staf),” tuturnya.

Guna mewujudkan program tersebut, PWNU Jatim menggelar Rakor Teknis Pendirian BMT NU bersama 8 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), di kantor PWNU, Minggu 16 Januari 2022.

Rapat dihadiri Prof Abd A’la, Wakil Ketua PWNU Jatim, dengan agenda Konsultan tentang Finalisasi SOP, bisnis proses, IK (Instruksi Kerja), Anggaran Dasar, dll. Di antaranya diputuskan, agar setiap PCNU minimal memiliki 3 kantor cabang BMT.

Sejauh ini, di Jawa Timur telah berdiri 31 kantor BMTNU. Seperti di PCNU Jombang terdapat 22 kantor BMTNU, Lumajang terdapat 7 kantor BMTNU, Masalembu memiliki 1 kantor BMTNU dan PCNU Kab. Mojokerto 1 kantor BMT NU. Belum lagi yang terus berkembang seperti di Bojonegoro, Tuban, Sumenep, Situbondo dan Pasuruan.

Pendirian BMTNU di Jombang, pada 2014 dengan modal awal Rp 5.200.000, dan kemudian mendapat status resmi per 31 Oktober 2021. Kini, mempunyai nilai aset mencapai Rp80 Miliar. Selain itu, BMTNU Jombang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2 Miliar.

Selain memiliki Kantor Pusat, BMTNU Jombang memiliki 21 Kantor Cabang, dengan Implementasi CBS (Core Banking System) yang modern, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.