MOJOKERTO|DutaIndonesia.com – Sejumlah pemerhati dan praktisi budaya serta LSM sowan ke Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MAg di Guest House Kompleks Kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), Desa Bendungan Jati, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto, Jumat (7/10/2022). Mereka curhat mengenai kondisi pembangunan, khususnya masalah politik, ekonomi, sosial-budaya di Kabupaten Mojokerto. Untuk itu mereka juga mengusulkan agar Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra, Lc M. Hum, yang merupakan putra KH Asep Saifuddin Chalim MAg, maju sebagai calon bupati pada pilbup Mojokerto 2024 mendatang.
Dalam kesempatan itu Kiai Asep, demikian Pendiri dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah ini biasa dipanggil, memberi wejangan kepada para tamunya. Menurut Kiai Asep, kemajuan dan kejayaan Indonesia harus dimulai dari Kabupaten Mojokerto. Karena itu, Kabupaten Mojokerto harus menjadi percontohan sebuah negeri yang rakyatnya sejahtera, adil, dan makmur. Guru-guru harus sejahtera sehingga bisa mendidik para muridnya dengan baik. Para petani juga bercocok tanam dengan baik dan hasil pertaniannya melimpah. Para petani diajari bagaimana bercocok tanam yang baik, dengan sistem pertanian modern.
Semua masyarakat juga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang baik. Dan yang juga tidak kalah penting, mereka tidak memiliki utang. Maka, kemiskinan pun harus nol.
“Punya pekerjaan dan penghasilan kalau punya utang ya gak bisa sejahtera. Selanjutnya juga punya rumah. Anak-anak yang sudah waktunya menikah, juga harus dinikahkan,” kata Kiai Asep.
Begitu pula para pemimpinnya. Dua unsur di Pemerintahan, Bupati dan perangkatnya serta DPRD dan perangkatnya, harus pula memiliki keinginan yang kuat untuk mensejahterakan rakyat, adil dan makmur tersebut.
Para pemimpin, baik bupati maupun DPRD, harus saling mendukung. Mereka juga tidak boleh ada jual beli jabatan. Para pemimpin harus membuat kegiatan yang memberi keuntungan rakyat. Bukan hanya membuat kegiatan yang menguntungkan diri sendiri.
“Jangan sampai membeli dan menjual. Dia membeli, lalu mau membiayai, tapi nanti dijual. Jual beli jabatan, jual beli proyek, cashback, fee dan lain lain. Itu haram. Kehidupannya pasti tidak barokah. Padahal gajinya sudah besar. Tunjangan besar. Tapi mereka tidak cukup, sehingga melakukan jual beli jabatan dan lain lain tersebut. Jangan pilih bupati yang semacam ini,” kata Kiai Asep.
Salah seorang dari tamu yang hadir yakin Gus Barra merupakan pemimpin yang amanah. Karena itu mereka mengusulkan agar Gus Barra maju sebagai bupati pada pilbup Mojokerto mendatang. “Gus Barra cocoknya jadi Bupati,” katanya mengusulkan.
Namun Kiai Asep tidak menjawab secara langsung usulan para pemerhati budaya dan LSM tersebut. Yang jelas, kata Kiai Asep, Gus Barra memiliki komitmen tinggi untuk memakmurkan rakyat dan menegakkan keadilan. Dua hal itu harus ada di Mojokerto dan menjadi percontohan daerah lain, hingga seluruh Indonesia pun menjadi baik.
“Yang lain pasti meniru. Karena keberhasilan Mojokerto ini harus terus dirilis dan disebarkan. Pasti bisa. Gus Bara punya orientasi memakmurkan rakyat dan menegakkan keadilan. Sebab mewujudkan kesejahteraan dan tegakkan keadilan itu amanah dari para pendiri bangsa yang memberikan kemerdekaan negara ini kepada kita. Keberhasilan ini barus dikumandangkan. Sebaliknya, bila ada kebobrokan, ya harus dibongkar,” katanya.
PAN Tinggalkan Ikfina
Seperti diketahui, saat ini masyarakat melihat terjadi perpecahan kongsi politik antara Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dengan wakilnya Muhammad Al Barraa atau Gus Barra. Bahkan kader PAN di Bumi Majapahit menyatakan solid memilih meninggalkan Ikfina dengan mengusung Gus Barra menjadi calon bupati pada Pilbup Mojokerto 2024.
PAN menjadi salah satu partai pengusung pasangan Ikfina dan Gus Barra (Ikbar) pada Pilbup Mojokerto 2020. Saat itu, Ikbar (Ikfina-Gus Barra) juga diusung Partai Demokrat, NasDem, Hanura, PKS dan Gerindra. Mereka menang telak dari pasangan Yoko Priyono-Choirun Nisa yang diusung Golkar dan PPP, serta pasangan Pungkasiadi-Titik Masudah yang diusung PDIP, PKB, dan PBB.
Namun, PAN memilih jalan politik berbeda pada Pilkada 2024 mendatang. Yang pasti, kader partai berlogo matahari itu sepakat mengusung Gus Barra yang saat ini menjabat wakil bupati Mojokerto. Tekad bulat kader DPD PAN tersebut lahir dari hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 1 di aula salah satu hotel Jalan Gajah Mada, Mojosari beberapa waktu lalu.
“Saat ini sudah diputuskan mengusung Gus Barra, kader PAN menghendaki Gus Barra menjadi bupati tahun 2024. Hanya satu nama, sudah bulat,” tegas Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto Mohamad Santoso seperti dikutip dari detik.com.
Keputusan mengusung Gus Barra sebagai calon bupati pada Pilkada mendatang, lanjut Santoso, berasal dari aspirasi kader DPD PAN Kabupaten Mojokerto. Salah satunya karena kader-kader PAN mempunyai kedekatan emosional dengan putra Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim itu.
“Karena kedekatan emosional, Gus Barra pantas dicalonkan sebagai bupati, secara kapabilitas keilmuan dan juga karakter sebetulnya beliau cocok menjadi pemimpin Mojokerto,” terangnya.
Upaya PAN untuk mengusung Gus Barra pada Pilbup 2024 mulai dilakukan. Partai matahari putih yang kini mempunyai 2 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto membidik 10 kursi pada Pileg 14 Februari 2024. Saat ini mereka menyiapkan 35 bakal calon legislatif untuk bersaing di 5 daerah pemilihan (dapil) di Bumi Majapahit.
“Kami juga menyiapkan saksi TPS. Rekrutmen saksi sudah lebih dari 75 persen dari sekitar 3.221 TPS. Para saksi yang bertugas mengamankan perolehan suara kami di masing-masing TPS,” jelas Santoso.
Jika target perolehan kursi itu tercapai, PAN berpeluang mengusung calon bupati sendiri pada Pilbup Mojokerto 2 tahun mendatang. Kalau hasil Pileg berkata lain, maka PAN bakal berkoalisi dengan partai lain.
Namun, sampai saat ini Santoso mengaku belum menjalin komunikasi dengan partai politik lain untuk menyamakan misi mengusung Gus Barra. Termasuk dengan partai di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di mana ada PPP dan Partai Golkar di dalamnya.
“Belum (mengomunikasikan niat PAN mengusung Gus Barra dengan KIB), kami kan saat ini menjalankan instruksi DPP untuk sosialisasi ke kader dan fokus di Pilpres. Kalau perolehan kursi Pileg 2024 kurang dari 20 persen, kami harus berkoalisi dengan partai yang lain,” cetusnya.
Selain itu, Rakerda 1 DPD PAN Kabupaten Mojokerto juga membahas nama-nama kandidat calon presiden dan wakil presiden yang akan mereka usulkan ke DPP agar diusung pada Pilpres 2024. Nama-nama yang muncul antara lain Ketum PAN Zulkifli Hasan, KH Asep Saifuddin Chalim, Yenny Wahid, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Budi Gunawan, Andika Perkasa, dan Khofifah Indar Parawansa.
“Kami juga mem-voting, memberikan kesempatan kepada seluruh kader, menyerap aspirasi terkait Pilpres. Hasilnya Ganjar Pranowo sebagai capres dan Khofifah sebagai wakilnya,” ujar Santoso.
Sementara itu, Gus Barra menghormati keputusan DPD PAN Kabupaten Mojokerto yang bertekad mengusung dirinya sebagai calon bupati pada Pilbup 2024. Menurut pria yang juga menjabat Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto ini, Pilkada masih terlalu dini untuk dibicarakan. “Saya menghormati apa yang menjadi tekad PAN di 2024. Tapi kalau kita bicara 2024, untuk saat ini masih lama kelihatannya,” tandasnya. (gas/din)













