GMNI Jatim soal Penangkapan Irjen Teddy Minahasa: Reformasi Total Polri !

oleh

SURABAYA|DutaIndonesia.com –  Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Teddy Minahasa, baru empat hari menjalani SK mutasi dari jabatan lama Kapolda Sumatera Barat. Menjelang pelantikan, dia ditangkap Propam Polri.

Penangkapan tersebut lantaran Tedy Minahasa disebut-sebut namanya dalam kasus tersangka narkoba yang ditangkap oleh polisi.

Sebagai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, segera mengubah SK dengan mengganti Kapolda Jawa Timur kepada Irjen Toni Harmanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Kondisi ini mendapat respon serius dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Jawa Timur.

Ketua DPD GMNI Jatim, Fathul Bari, mengatakan di dalam institusi Polri sudah tidak sehat. 

“Di dalam tubuh institusi Polri sudah tidak sehat. Seharusnya Polri yang memberantas Narkoba malah seorang Polisi yang menjabat sebagai Kapolda tersandung kasus narkoba. Harusnya Kapolri lebih jeli dalam memandatkan tugas,” tegas Bari.

Bari menambahkan, belum lagi kasus  tragedi Kanjuruhan yang mendunia belum tuntas,  banyak kasus-kasus lainnya akibat kebrutalan Polri yang mengakibatkan kehilangan nyawa. Contohnya kasus Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Tak hanya itu masih ada banyak kasus akibat brutalnya Polri sepanjang 2019-2022. Aksi brutal Polri perlu ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. 

“Pemerintah harus bertanggungjawab,” ujarnya.

Alumni Pascasarjana Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang (UM) ini juga menegaskan Polri harus direformasi total. 

“Perlu pembaharuan secara total di dalam institusi Polri. Polri sebagai aparat penegak hukum perlu direformasi secara total oleh Presiden Joko Widodo agar Polri kembali dapat dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya. (ima)

No More Posts Available.

No more pages to load.