Motif Penembakan Relawan Prabowo-Gibran karena Dendam, Pelaku Dijanjikan Rp 500 Juta Baru Dibayar Rp 50 Juta

oleh

Motif Penembakan Relawan Prabowo-Gibran karena Dendam, Pelaku Dijanjikan Rp 500 Juta Baru Dibayar Rp 50 Juta. Tak ada motif politik.

 

SAMPANG| DutaIndonesia.com – Motif penembakan Relawan Prabowo-Gibran di Sampang, Madura, bernama Muarah (48), terungkap. Pelaku penembakan dijanjikan bayaran Rp 500 juta, tapi baru dibayar Rp 50 juta. Motif penembakan relawan Prabowo-Gibran karena dendam.

“Pengakuan Tersangka (HH dan AR) Rp 500 juta, tapi janji si MW mengakunya akan diberi Rp 200 juta,” ujar Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto dalam konferensi pers yang digelar di Bidhumas Mapolda Jatim, seperti dikutip dari detikJatim, Jumat (12/1/2024).

Pelaku penembakan itu diketahui berinisial AR, seorang warga Pasuruan. Saat beraksi, dia diboncengkan rekannya bernama HH. Aksi ini diotaki oleh MW, seorang kades nonaktif Ketapang Daya.

AR dan HH mengaku telah diberi uang muka Rp 50 juta. Sementara itu, HH hanya diberi jatah Rp 5 juta karena hanya sebagai joki. Lalu, MW selaku otak penembakan memberi AR senpi dan ponsel untuk komunikasi.

“AR mengaku sudah diberi Rp 50 juta dan sudah diterima, kemudian memberi HH Rp 5 juta karena berperan sebagai joki,” ujarnya.

Meski telah menerima pengakuan dari tersangka, baik dari AR maupun HH selaku eksekutor, dan dari MW selaku otak perencana penembakan, polisi tak percaya begitu saja. Kasus ini terus didalami untuk mengungkap motif dan pelaku lainnya.

Tak Terkait Politik

Dalam kasus tersebut, Polda Jatim menetapkan tiga warga Sampang berinisial MW, S, dan H, serta dua orang dari Kabupaten Pasuruan berinisial AR dan AH sebagai tersangka.

Terungkap pula bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan politik. Motifnya adalah dendam.

“Untuk motif penembakan, tidak ada kaitannya dengan politik, tapi murni Tersangka MW dendam terkait dengan peristiwa tahun 2019, di mana anak buahnya waktu itu menjadi korban penembakan yang dilakukan korban (Muarah),” ungkap Totok dilansir Antara, Kamis (11/1/2024).

Tersangka MW adalah oknum kepala desa dan otak dalam kasus tersebut. Selain itu, tersangka MW jugalah yang menyiapkan fasilitas, seperti senjata api, dua sepeda motor, hingga uang sebesar Rp 50 juta, untuk eksekutor.

Sementara itu, Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Sodiq Pratomo menjelaskan, pada saat peristiwa terjadi, timnya tidak menemukan proyektil atau selongsong di TKP dan hanya mendapatkan baju korban.

(det)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.