Empat Pilar Menyatu
Kepercayaan untuk berbagi pengalaman dengan jajaran TNI, kata Gubernur Khofifah, bukan karena jumlah penduduk Jatim yang banyak dan teritorinya luas. Melainkan banyak permasalahan yang sifatnya kompleks dan itu tidak dapat diselesaikan sendiri. Oleh karena itu, tambah dia, dibutuhkan Strongpartnership sinergi dan kolaborasi diantara seluruh elemen strategis mulai tingkat provinsi, kota dan desa.
Bahkan, lanjutnya, saat pandemi Covid-19 terjadi, seringkali Provinsi Jatim menyebut empat pilar di tingkat desa meliputi Babinsa, Babinkamtibmas, Bidan Desa, Lurah atau Kepala Desa semuanya menyatu.
“Betapa sinergi, kolaborasi dan partnership diantara mereka (lini paling bawah) harus terbangun hingga kami di Provinsi Jatim juga harus terkoneksi dan terbangun,” urainya.
Lebih lanjut sharing pemikiran diantara seluruh stakeholder sangat penting dilakukan. Mengingat, negara Indonesia sangat luas dan beragam. Terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras, budaya, bahasa dan golongan.
Maka dari itu, dirinya berharap, membangun kolaborasi, sinergi dan partnership di seluruh sektor harus dengan pola pikir inklusif yang mana didalamnya terbangun pola untuk saling menghormati, percaya dan memahami pemikiran satu dengan yang lain.
“Akhirnya, muncul trust understanding respect di antara seluruh elemen di negeri ini khususnya Jatim. Sekali lagi, saya merasa terhormat bisa berbagi proses, seperti yang sudah kita lakukan di Jatim,” jelasnya.














