Gubernur Khofifah Minta Sinergitas Koperasi-Korporasi dan Digitalisasi untuk Kebangkitan UMKM

oleh

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan koperasi membutuhkan korporasi untuk mengoptimalkan produk usahanya. Profit yang dihasilkan dari korporasi menjadi pendukung dari kemajuan koperasi. Selanjutnya, kemajuan koperasi menjadi parameter kesejahteraan anggotanya. 

“Semua saling berkaitan, karena itu, korporasi dan koperasi bisa disinergikan. Ini salah satu bentuk pemahaman filosofi koperasi sebenarnya, konsep yang diterapkan menguatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkap dia.   

Khofifah memisalkan negara Korea Selatan. Koperasi  maritim dan perikanan di negara itu memiliki peran besar pada bidang  pengelolaan perikanan dan kelautan. Lembaga tersebut mempunyai sumber daya yang luar biasa. Karena itu, pengembangan yang dilakukan Kementerian Perikanan dan Kelautan di negara tersebut  kemajuannya sangat banyak disupport oleh  koperasi. 

“Korea Selatan berhasil mengoptimalkan  sinergi dengan koperasi maritim dan perikanan. Harapannya, di Indonesia kita berharap  konsep yang serupa bisa kita laksanakan.  Koperasi mengoptimalkan segala sumber daya dengan mengoneksikan pada lembaga  kementerian yang membidangi,’’ kata Khofifah.

Dengan begitu, koperasi yang menaungi para petani bisa terkoneksi lebih kuat dan signifikan  dengan Kementerian Pertanian. Koperasi yang menaungi nelayan, bisa terkoneksi lebih kuat  dan signifikan   dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sinergitas ini akan menguatkan sistem koperasi di Indonesia sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia yakin, jika kita serius dan istiqomah melakukan penguatan koperasi secara terukur , peran koperasi sebagai penguat ekonomi bangsa terwujud. Penguatan koperasi secara tidak langsung berdampak pada kesejahteraan anggotanya.