Saling Menghormati
Ketua Umum PP Muslimat NU ini juga mengungkapkan, tanpa adanya pemahaman di dalam kemajemukan, masyarakat yang beragam takkan bisa saling memahami, menghormati serta saling mempercayai.
“Tanpa adanya mutual understanding tidak mungkin ada mutual trust, akan sulit sekali bagi kita untuk saling menghormati dan saling mempercayai,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah memberikan bantuan sebanyak 22 alat musik berupa keyboard electone kepada 22 pimpinan gereja.
“Terima kasih kepada semua pihak yang berupaya menemukan program-program yang bisa memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ketua Umum Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Lembaga Keagamaan Kristen (LKK) Indonesia Agus Susanto menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk napak tilas sekaligus inisiatif Ibu Gubernur Jatim yang ingin menyambangi dan bersilaturahmi di seluruh gereja gereja di Jawa Timur.
“Kehadiran Ibu gubernur yang ingin bersilaturahmi dengan pimpinan gereja membuktikan bahwa Ibu Gubernur tidak ingin membedakan gereja-gereja yang ada di Jatim,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyempatkan diri untuk berkeliling di kompleks gereja. Ia mengapresiasi lingkungan gereja yang rapih tertata, dan ruangan yang kerap digunakan Gus Dur saat mengajar bahkan saat menginap . Salah satunya ruang kuliah tempat Gus Dur mengajar kepada pendeta GKJW dahulu.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Majelis Agung (Sinode) GKJW Pdt. Tjondro Firmanto Garjito, Direktur Intitute Pendidikan Theologia Balewiyata GKJW Pdt. Gideon dan Ketua Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPII) Batu Pdt. Roland Octavianus. (gas)














