Gubernur Khofifah Resmikan Kubah dan Green Toilet Masjid Al-Akbar Surabaya

oleh

Untuk New Normal

Tidak hanya itu, Green Toilet MAS juga sudah disetting sedemikian rupa untuk menghadapi new normal di tengah pandemi Covid-19. Adapun kran-kran air wudhu juga di atur dengan jarak sekitar satu meter lebih. Tujuannya agar tidak terjadi kerumunan dan tetap melakukan physical distancing.

Khofifah mengatakan, pembangunan toilet ini merupakan bentuk dari pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan toilet ini adalah inisiatif luar biasa dari pengelola MAS karena limbah dari air wudhu tak terbuang begitu saja, melainkan bisa digunakan untuk kepentingan masjid yang lain.

“Saya berharap, sistem ini dapat diikuti oleh masjid-masjid lain di Jawa Timur. InsyaAllah ini manfaatnya akan terus mengaliri dan mengairi kehidupan di lingkungan sekitar Masjid Nasional Al Akbar. Dan tentu saja yang kita harapkan adalah masyarakat yang salat dan wudhu di sini akan merasa nyaman,” kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, Green Toilet ini semakin menarik karena pembuangan limbah di MAS pada akhirnya disemaikan bibit Lele yang berkembang dengan subur. Menurut Khofifah, konsep ini bisa menjadi referensi rumah Allah yang indah untuk ibadah, menciptakan kekhusukan dan meningkatkan kemakmuran, sehingga mendapatkan Jariyah. 

Gubernur Khofifah juga mengapresiasi adanya Taman Asmaul Husnah dan Digital Library di MAS. Menurutnya, Digital Libbrary dapat meningkatkan minat kaum muda dan milenial untuk mempelajari banyak hal mengenai agama.

No More Posts Available.

No more pages to load.