MOJOKERTO|DutaIndonesia.com – Dalam bulan November 2022 ini, para jamaah pendukung Wakil Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra Lc. M.HUm (Gus Barra) bernama BEKISAR (Barisan Pembela Kiai dan Santri) dari seantero Kabupaten Mojokerto, diberangkatkan untuk berziarah ke makam Wali Limo. Pemberangkatan dilakukan bertahap.
Kali ini, pemberangkatan pertama, jamaah dari Kecamatan Jetis, sebanyak 10 bus yang diberangkatkan pada Sabtu (19/11/2022) . Yang kedua diberangkatkan 7 bus dari Kecamatan Trawas pada Minggu (20/11/2022).
Demikian seterusnya hingga para jamaah pendukung Gus Barra dari 18 kecamatan di Mojokerto berangkat semua untuk ziarah para wali. Jumlah total diperkirakan mencapai 125 bus lebih. Mereka para relawan pemenangan Gus Barra saat nanti maju sebagai calon bupati dalam Pemilihan Bupati Mojokerto 2024.
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, ayahanda Gus Barra, yang juga pendiri dan juga pengasuh Ponpes Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto dan Surabaya, berharap agar para jamaah pendukung Gus Barra setelah berziarah mendapatkan peningkatan keimanan dan semangat dalam berjuang. Hal ini karena para jamaah mendapatkan inspirasi dan keberkahan dari para sunan atau wali. Dan pada akhirnya, agar Mojokerto tercapai kemakmuran dan berkeadilan.
Nah agar mencapai kemakmuran yang berkeadilan, maka Mojokerto harus memiliki pemimpin yang memiliki sifat seperti layaknya sifat-sifat seorang nabi. Yakni Siddiq (benar/jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan) dan Fathonah (cerdas).
“Pemimpin baik di legislative maupun di eksekutif, pikiran, perbuatan dan kebijakannya harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Untuk kebaikan dan kemakmuran rakyat,” tegas Kiai Asep.
Namun saat ini hal tersebut belum tercapai. Untuk itu, jamaah Baret Gus Barra harus berjihad, berjuang mewujudkan berdirinya pemimpin yang dengan sifat baiknya tersebut di atas, mampu melayani rakyat.
Sementara itu, Gus Barra yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Mojokerto, mengatakan, bahwa, apa yang dikatakan oleh Romo Kiai Asep, bukanlah untuk kepentingan pribadi Kiai Asep, namun untuk kepentingan masyarakat Mojokerto secara keseluruhan. Untuk itulah, Kiai Asep merasa berkepentingan pada Pemilu 2024 nanti, bisa meletakkan kader-kadernya, baik di eksekutif maupun di legislative Kabupaten Mojokerto.
“Kabupaten Mojokerto, perlu program-program terobosan untuk segala bidangnya. Sehingga mencapai lompatan kemakmuran dan keadilan dengan cepat. Bukan sekadar kegiatan rutin seremonial saja,” kata Gus Barra.
Sementara itu, H. Shobirin, Ketua Jamaah BEKISAR Gus Barra, menegaskan bahwa apa yang dikatakan Gus Barra benar adanya. Dia mengatakan ada beberapa tokoh masyarakat yang dijadikan Kiai Asep sebagai calon legislative (Dewan) di tingkat DPRD Mojokerto. “Padahal mereka bukan apa-apanya Kiai Asep,” katanya.
Ini menunjukkan, Kiai Asep benar-benar berjuang untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Mojokerto, sehingga tercapai kejayaan seperti halnya kejayaan Kerajaan Majapahit dulu. “Pikiran, waktu, harta beliau, untuk kebaikan kita semua,” kata Shobirin di depan para jamaah.
Kepada para jamaah, H Shobirin juga ‘menjelentrehkan’ apa yang dimaksud dengan sifat-sifat baik para nabi, yang sidikit banyak harus dimiliki oleh pimpinan Kabupaten Mojokerto, khusunya bupatinya. Karena itu dia berharap semua warga Mojokerto mengusung Gus Barra untuk maju sebagai Bupati pada 2024 mendatang. Karena Gus Barra, sedikit banyak sudah memiliki syarat sifat siddiq, amanah, fatonah dan tabligh tersebut.
“Selama saya bersama Gus Barra, tidak pernah mendengar dan melihat Gus Barra berbohong. Artinya beliau jujur. Gus Barra juga Amanah, karena kata dan perbuatannya selalu sama. Gus Barra juga tabligh, karena Gus Barra sering berceramah, ber-khotbah di masjid di mana-mana. Kemampuan komunikasinya amat sangat baik. Gus Barra juga fatonah. Karena saat ini gelar akademisnya sudah mencapai gelar tertinggi, yakni Doktor. Juga lulusan Al Azhar, Mesir,” katanya.
“Sekarang panjenengan para jamaah Gus Barra semakin yakin dengan pilihannya?” tanya Shobirin, yang dijawab tegas ratusan jamaah “Yakiin… haqul yakin,” jawab jamaah.
Untuk itu, sepulang dari ziarah Wali Limo, Shobirin meminta agar para jamaah BEKISAR Gus Barra semakin semangat dan kuat untuk berjihad memperjuangkan Gus Barra menjadi Bupati pada 2024. Hanya satu yang layak menjadi Bupati: Gus Barra! (Moch. Nuruddin)














