Gus Shodiq: Zakat Produktif Bantu Pertumbuhan Ekonomi Jatim

oleh
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua BAZNAS Jatim M. Roziqi serta Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko berpose bersama anak yatim usai menyalurkan zakat produktif bantuan usaha di Kabupaten Probolinggo.

SURABAYA|DutaIndonesia.com – Upaya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa program bantuan usaha Z Chicken disambut positif berbagai kalangan. Gubernur Khofifah dan BAZNAS antara lain menyalurkan bantuan usaha itu di Kabupaten Probolinggo, Senin (17/4/2023). Bantuan usaha senilai Rp 9 juta itu diterima 30 orang mustahik yang akan menjalankan usaha Z Chicken.

Upaya memberdayakan mustahik dengan zakat produktif berupa kegiatas bisnis ini dinilai bisa mengentas kemiskinan di Jatim sekaligus membantu pertumbuhan ekonomi. Inisiator Rumah Sedekah Nahdlatul Ulama Jatim, KH Noor Shodiq Askandar SE MM (Gus Shodiq) kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Selasa (18/4/2023) siang, mengatakan, potensi zakat di Indonesia sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penduduk muslim yang terus meningkat dengan kemampuan ekonomi yang juga semakin baik.

“Dari zakat fitrah saja, jika masing-masing orang membayar 2,7 sampai 3 kg (jika dirupiahkan sekitar Rp 36.000), tinggal dikalikan dengan jumlah penduduk muslim nilainya akan besar sekali. Mencapai sekitar Rp 7,2 triliun. Belum ditambah dengan zakat mal, yang nilainya juga tidak kecil,” katanya.

KH Noor Shodiq Askandar SE MM

Problemnya, kata dosen Universitas Islam Malang (Unisma) ini, dana dari zakat–khususnya dari zakat mal–masih didistribusikan untuk kebutuhan jangka pendek dan belum banyak dipikirkan untuk jangka panjang. Padahal jika mulai dipikirkan distribusi berjangka panjang, manfaatnya tidak hanya bagi penerimanya saja, akan tetapi punya multiplier efek yang sangat bermanfaat bagi pembangunan ekonomi.

“Ada usaha yang tumbuh, ada investasi baru, dan ada juga peningkatan kemampuan ekonomi, seperti menguatnya daya beli masyarakat. Jika daya beli masyarakat meningkat, transaksi ekonomi akan makin meningkat dan investasi akan makin besar. Dampak lanjutannya, ekonomi negara pun akan bertumbuh secara positif,” kata Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur ini.

Contoh riilnya, kata dia, adalah bantuan produktif usaha Z Chicken yang diluncurkan oleh BAZNAS tersebut. Di samping mengarahkan orang untuk menjalankan dan mengembangkan usaha agar kesejahteraan makin meningkat, juga bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, pembukaan lapangan kerja, membuka peluang usaha bagi suplier, dan lain lain.

“Bagi negara, berarti ada pertumbuhan ekonomi, karena adanya investasi baru,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, pola pembagian zakat (zakat mal) untuk hal yang produktif akan sangat baik dan perlu dikembangkan terus. “Tujuannya, agar kemanfaatannya bisa lebih berjangka panjang,” katanya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama BAZNAS Jatim menyalurkan bantuan berupa program bantuan usaha Z Chicken senilai Rp 9 juta di Kabupaten Probolinggo, Senin (17/4). Program tersebut diterima oleh 30 orang mustahik yang akan menjalankan usaha Z Chicken.

Gubernur Khofifah berharap penerima bantuan program Z Chicken bisa menambah sumber pendapatannya seiring dengan bimbingan dan pendampingan oleh tim BAZNAS di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten. “Apa yang muzakki percayakan kepada BAZNAS, kita maksimalkan untuk mentasarrufkan kepada yatim/piatu termasuk dengan pemberian zakat produktif kepada pelaku usaha ultra mikro,” ungkapnya.

Program Z Chicken ini merupakan program bantuan usaha dari BAZNAS Jatim. Penerima bantuan diberikan gerobak, bahan baku usaha, serta pelatihan untuk membuat produk Z Chicken. Setelah usahanya berjalan, BAZNAS Jatim juga akan memberikan pendampingan secara berkala hingga penerima bantuan bisa mandiri.

“Jadi mereka akan dilatih bagaimana cara memasaknya serta bahan baku yang sama agar sesuai dengan standar rasa dan kualitasnya,” imbuhnya.

Di wilayah lain, zakat produktif juga disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp 500.000. Bantuan tersebut ditujukan agar pelaku usaha ultra mikro tidak terjerat utang rentenir untuk modal usahanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga kembali berbagi ceria bersama anak-anak yatim piatu. Bersama Plt. Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko dan Ketua BAZNAS Jatim M. Roziqi, Gubernur Khofifah menyerahkan santunan kepada 500 anak yatim / piatu berupa uang tunai dan paket tas sekolah.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga membagikan Al Quran kepada masing-masing yatim/piatu dan penerima bantuan Program Z Chicken. Dengan diberikannya hadiah berupa Al Quran tersebut diharapkan bisa menjadi pemacu semangat dan motivasi untuk mengaji.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah tak lupa untuk memberi motivasi dan wejangan kepada anak-anak yatim/piatu agar tetap semangat belajar dan mengaji. Karena dengan giat belajar dan mengaji, mereka akan bisa meraih cita-cita yang diimpikan.

“Gantungkanlah cita-cita kalian setinggi langit, karena bila terjatuh akan jatuh di antara bintang-bintang,” ujar Gubernur Khofifah memotivasi anak-anak yatim/piatu.

Riuh keceriaan anak-anak yatim/piatu di Pendopo Kabupaten Probolinggo tersebut semakin semarak ketika Mantan Menteri Sosial RI ini mengajak mereka bersholawat bersama. Sholawat yang dilantunkan oleh Gubernur Khofifah diikuti oleh anak-anak dengan semangat.

Ada momen haru yang tercipta kala Gubernur Khofifah bersholawat bersama anak-anak yatim/piatu. Momen itu terjadi ketika Gubernur Khofifah mengajak salah seorang anak disabilitas untuk menemaninya bersholawat di depan panggung. Namanya Icha. Dia seorang siswa SD kelas 2 yang memiliki keterbatasan penglihatan.

“Sholawat apa saja yang hafal?” tanya Gubernur Khofifah kepadanya.

“Sholawat Ashygil, Bu…,” jawab Icha.
“Subhanallah, ayo bersama-sama,” ajak Gubernur Khofifah besholawat Ashygil.

Icha tidak hanya hafal, namun juga berhasil melantunkan Sholawat Ashygil dengan merdu. Sempat terlihat mata Gubernur Khofifah berkaca-kaca mendengar sholawat yang dilantunkan Icha.

Sementara itu, Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mengungkapkan bahwa sejatinya Kabupaten Probolinggo tidak masuk daftar safari Ramadhan pemberian santunan anak yatim/piatu yang telah disusun oleh Baznas Jatim, namun pada akhirnya Gubernur Khofifah berkenan hadir berbagi keceriaan bersama anak yatim/piatu dan mustahik di Kabupaten Probolinggo.

“Tentu ini adalah berkah bagi Kabupaten Probolinggo. Saya lihat tadi betapa cerianya anak-anak menyambut Ibu Gubernur,” ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Khofifah di Probolinggo diharapkan mampu membawa barokah dan menambah semangat. “Karena di Kabupaten Probolinggo ini masih banyak yang harus diperbaiki. Terima kasih atas kehadiran Ibu Gubernur,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua BAZNAS Jatim M. Roziqi mengungkapkan bahwa ini merupakan Safari Ramadhan Gubernur Khofifah yang ke-11. Mengingat hari Lebaran sudah bisa dihitung dengan jari, Safari Ramadhan ini hanya dilakukan sebanyak 12 kabupaten/kota.

“Dari 12 kabupaten/kota total anak yatim/piatu yang mendapat santunan mencapai sebanyak 10.000,” ujarnya.

Roziqi mengajak anak-anak yatim/piatu dan para muzakki yang hadir untuk bersama-sama mendoakan agar Gubernur Khofifah dan para pemimpin daerah tetap mendapat keberkahan dari Allah SWT.
“Serta semoga Ibu Gubernur selalu sehat, mengingat mobilitasnya yang luar biasa tinggi meski di Bulan Ramadhan ini,” ujarnya. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.