Indahnya Puasa Ramadhan di Inggris, WNI Ajak Bukber Muslim dari Negara Lain

oleh
Selain beribadah di London Central Mosque, WNI muslim juga menggelar bukber untuk jamaah dari negara lain.

LONDON|DutaIndonesia.com – Muslim di London, Inggris, menjalankan ibadah puasa Ramadhan agak lebih ringan. Pertama, karena waktu beribadah puasa tidak terlalu panjang seperti tahun-tahun sebelumnya. Berkurang sekitar dua jam menjadi 16 jam dari biasanya 18 jam. Kedua, cuaca di ibukota Inggris itu sekarang sedang nyaman. Lebih sejuk. Tidak terlalu panas.

“Kami berpuasa, Alhamdulillah cuma 16 jam. Dan cuacanya juga enak, nggak begitu panas. Dibanding dengan tahun-tahun lalu yang masih 18 jam, sekarang lebih enak,” kata Ketua Pengurus Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama (PCI MNU) Inggris Raya, Hj Yayah Indra, kepada DutaIndonesia.com, Minggu (24/4/2022).

Karena itu, dalam menjalankan ibadah puasa kali ini tidak terlalu berat meski bersamaan dengan waktu kerja. Sebab, Ramadhan di Inggris tak ubahnya hari-hari biasa mengingat muslim di negeri ini termasuk minoritas, meski jumlah orang Islamnya terus meningkat. Studi Pemerintah Inggris menyebutkan bahwa Muslim adalah kelompok agama yang tumbuh paling cepat di Inggris, sementara penganut Kristen terus menurun, menurut laporan Daily Mail, 4 Januari 2020 lalu.

“Insya Allah, puasa sama saja dengan berpuasa di Indonesia. Apalagi tiap hari kami juga kerja. Bekerja dan ibadah memang tidak boleh dipisahkan sebab satu kesatuan. Biasanya kami pulang dari masjid jam 11 malam sampai rumah. Bikin masakan untuk besok berbuka. Tidur jam 1, bangun lagi jam 3.30 untuk sahur,  paling ngopi atau teh. Subuh jam 4.25. Jam 5 tidur lagi, bangun jam 7 untuk siap-siap kerja. Jam 18 sore pulang kerja. Siap-siap bikin buka bersama atau bukber untuk ke masjid jam 7 malam. Kan saya jam 7.30 sampai ke masjid. Jam 8 malam Maghrib. Sampai jam 10.30. Sampai rumah jam 11.00 malam. Begitu seterusnya. Selagi kita masih bisa, mudah-mudahan segala sesuatunya Allah meridhoi dan dijadikan amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini. Ramadhan kareem,” kata Yayah Indra.

Indahnya bukber Ramadhan bersama sesama muslim di London.

Yang menarik, diaspora muslim Indonesia di kota London juga melakukan ibadah salat di Masjid Agung London atau London Central Mosque. Bukan hanya salat Maghrib, Isya’, dan Tarawih, mereka juga menggelar bukber atau iftar dengan warga Indonesia lain.

Bahkan, acara bagi-bagi menu makanan untuk berbuka puasa itu juga untuk muslim dari sejumlah negara lain. Indahnya Ramadhan terlihat dari kebersamaan antar warga muslim, tanpa melihat suku bangsa negara atau mazhab. Ukhuwah Islamiyah terlihat di acara bukber diaspora Indonesia ini.

“Hanya orang Indonesia saja yang ngadain bukber di London Central Mosque reriungan sambil bawa makanan sendiri-sendiri untuk  saling sharing bersama. Itu ibu-ibu lakukan tiap hari. Sharing makanan bukan hanya untuk kita-kita saja. Tapi ada dari berbagai negara yang pas berdekatan dengan kami, seperti ibu-ibu dari Pakistan, Bangladesh, Moroko, Palestine, negara-negara Arab lain, Dubai, atau Malaysia. Ya, makanan bukber porsinya sama segitu-gitu aja hehehe. Mentok-mentoknya sepiring. Yang terpenting bil niatullah, niat hanya karena Allah SWT,” katanya. (gas)