Jangan Utamakan Dunia, Imbangi Dengan Akhirat Juga

oleh

 

SURABAYA|DutaIndonesia.com- “Jika umatku mengagungkan dunia, maka akan dicabutlah dari mereka kehebatan Islam, dan jika umatku meninggalkan amar makruf dan nahi munkar, maka aku akan diharamkan dari keberkatan wahyu.”
Hadist  Nabi Muhammad SAW tersebut, menurut Prof DR KH Asep Syafuddin Chalim MA, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Rabu, 24 Desember 2025, di pondok Siwalan Kerto, Wonocolo, Surabaya, memperingatkan bahaya mengagungkan dunia (dunya) lebih dari akhirat.

Karena akan berakibat, hilangnya wibawa (kehebatan) Islam dan berkurangnya keberkahan, apalagi dengan ditambah mengabaikan amar ma’ruf nahi munkar.
Menurut Kiai Asep, Islam mengajarkan keseimbangan. Jangan sampai seorang muslim melupakan bagiannya yang halal dan baik di dunia.

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi” (QS al-Qasas: 77).

Ini bukan berarti meninggalkan dunia sama sekali, tetapi menjaga keseimbangan, menjadikan dunia sebagai sarana untuk akhirat, bukan tujuan utama. Karena jika dunia jadi obsesi, Allah akan memporak-porandakan urusan mereka dan menempatkan kefakiran di mata mereka.

Ditambah, kecenderungan saat ini, umat Islam meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar (perintah kebajikan dan larangan kemungkaran).

“Jadi, anak-anak, umat Islam harus cerdas. Jangan sampai terjebak dalam materialisme dunia yang berlebihan. Lalu mengorbankan nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab keagamaan, sehingga jati diri Islam sebagai agama yang berjaya di dunia dan akhirat, bisa terjaga,” kata Kiai Asep.

Karena dunia itu sifatnya fana, sementara. Sementara akherat itu negeri tujuan yang sifatnya langgeng. Bukan malah sebaliknya, yakni hanya memburu dunia, segala cara ditempuh, termasuk dengan menjual iman dan Islam.
Nabi SAW menyuruh umatnya untuk tidak menunda-nunda amal saleh sepanjang hayat masih dikandung badan. Apalagi, tanda akhir zaman satu per satu sudah mulai tampak. (Moch. Nuruddin)

No More Posts Available.

No more pages to load.