SURABAYA| DutaIndonesia.com – Efisiensi anggaran bukan jadi hambatan dalam memberikan pelayanan terbaik, sebaliknya justru menjadi tantangan tersendiri untuk mencari strategi yang tepat tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur, Maria Ernawati mengatakan hal itu dalam kegiatan Halal Bihalal dan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) berbasis keagamaan di kantor BKKBN, Selasa (8/4/2025).
“Saya berharap kemenangan Idul Fitri ini tidak sekadar simbol seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kinerja dan pelayanan terbaik bagi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Terkait efisiensi, Erna mengibaratkan sebuah rumah tangga ada sesuatu yang jadi prioritas. Saat ini pemerintah memprioritaskan bagaimana mencetak SDM yang berkualitas, yaitu dengan memberikan makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah. “Program-program keluarga pun diarahkan agar mendukung misi tersebut,” ujarnya dalam kegiatan yang menghadirkan KH Mansur Syaifuddin Alhafdz sebagai pemberi tausiah.
Erna menjelaskan, BKKBN kini telah bertransformasi menjadi lembaga yang lebih besar dan terintegrasi dalam Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Program-program yang dijalankan berpijak pada UU No. 52 Tahun 2009, dengan tujuan utama membentuk keluarga berkualitas.
Pada kesempatan itu, Erna mengenalkan layanan digital siapbahagia.com, sebuah platform konsultasi keluarga yang melibatkan para ahli dari bidang medis, psikologi, dan sosiologi. Layanan ini ditujukan terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan langsung melalui Satya Gatra (dulu Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS). Terdapat dua titik layanan di Surabaya dan 666 Balai Penyuluhan di tingkat kecamatan.
Lewat program yang sudah dijalankan, BKKBN Jatim mencatat sejumlah capaian membanggakan sepanjang 2024, antara lain TFR sebesar 1,98 dan capaian mCPR sebesar 68% dari target 65%. “Namun tantangan masih ada, seperti tingginya angka Janda Usia Sekolah (JUS), yang kini menjadi perhatian utama dalam edukasi pra-nikah dan kampanye Pendewasaan Usia Perkawinan melalui program GenRe,” katanya.
“Bagi pasangan muda yang sudah menikah, kami juga menyediakan layanan KB untuk membantu mengatur jarak kelahiran secara sehat dan bijak,” tambahnya.
Pendekatan keagamaan menjadi ciri khas sosialisasi kali ini. Erna berharap nilai-nilai spiritual bisa memperkuat motivasi ASN dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari ibadah.
“Kami juga berharap arahan dari para tokoh agama dapat memperkuat pondasi nilai dalam pembangunan keluarga. Program BKKBN harus menyentuh, tidak hanya fisik, tapi juga hati dan spiritualitas masyarakat,” ungkapnya dalam kegiatan yang dihadiri ratusan peserta tersebut. (ret)









