Khotmil Qur’an Di doakan 60.000 Malaikat, dan Do’anya Mustajabah

oleh

 SURABAYA| DutaIndonesia.com – Bila di antara kalian (hamba Allah) yang Khatmil Qur’an (menghatamkan Al Qur’an), maka sebanyak 60.000 malaikat akan turun, datang, duduk di depan hamba Allah tersebut, kemudian mendo’akan agar rahmat Allah, serta ampunan dosa, dilimpahkan kepada hamba Allah pengkhatam Al Qur’an tersebut.

Tak hanya itu, apabila hamba tersebut, setelah menghatamkan Al Qur’an, kemudian berdo’a, maka do’anya mustajabah. Salah satunya juga karena diaminkan oleh 60.000 malaikat tersebut.

Hal ini sampaikan Prof DR KH Asep Syaifuddin Chalim MA, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, pada para santrinya saat mengkaji Kitab Kuning Mukhtarul Ahadist, Rabu, 26 November 2025, di Siwalan Kerto, Wonocolo, Surabaya.

Hadis terkait hal ini diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami yang berbunyi: “Apabila seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an, maka 60.000 malaikat memohonkan rahmat (ampunan) untuknya pada saat khatamannya” (HR. Ad-Dailami).

Selain itu, hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi juga menyebutkan bahwa doa orang yang khatam Al-Qur’an diamini oleh para malaikat. Kehadiran dan doa para malaikat ini menunjukkan betapa besar keutamaan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Islam.

Dikatakan Kiai Asep, menghatamkan Al Qur’an, juga merupakan salah satu bukti ketaatan kita pada Rasulullah. Dan yang penting juga, dengan mengamalkan isi Al-Qur’an semampunya.

“Jadi nak, boleh saja, kalau di antara kalian punya hajat besar. Agar do’anya makbul, hajatnya terwujud, melakukan khotmil Qur’an. Tiga hari, seminggu, sebulan. Dan setelah khatam, berdo’a yang sungguh-sungguh, yang khusuk. Maka akan diaminkan oleh 60.000 malaikat. Dan Allah tak akan menolak do’a kalian,” kata Kiai Asep memberikan salah satu cara agar do’a dikabulkan.

Itulah sebabnya, kata Kiai Asep, di Masyarakat, bila di antara mereka memiliki hajat besar, maka orang tersebut mengadakan Khotmil Qur’an di rumahnya. Di datangkan beberapa pembaca Al Qur’an, dan setelah itu diadakan do’a bersama.

“Jadi doa seorang pengkhatam Al-Qur’an, baik sendiri maupun bersama, akan diaminkan oleh enam puluh ribu malaikat. Jadi insyaallah doanya mustajab,” kata Kiai Asep lagi.

4 Keutamaan

Dalam penjelasan lain, fadilah mengkhatamkan Qur’an itu setidaknya ada empat.

Pertama, di doakan oleh malaikat. Selain di doakan malaikat seperti yang dijelaskan di atas, Rasulullah juga pernah bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Quran seratus ayat dalam satu malam, maka akan dicatat untuknya ketaatan satu malam itu.” (HR. Ahmad)

Kedua, mendapatkan syafaat. Kitab suci Al-Quran akan datang di hari kiamat pada seorang hamba yang menyibukkan diri dengan Al-Quran sebagai Syafaat (Penolong). Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah aw yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

“Bacalah Al-Quran. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad)

Adapun bagi seorang muslim yang selalu membaca Al-Quran dan ia tidak sempat membaca dzikir lain, maka ia akan mendapatkan balasan terbaik. Balasan yang disiapkan pun berkali lipat lebih indah daripada apa yang hamba tersebut minta. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Said yang bersumber dari Rasulullah Saw.

“Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HR. Al-Baihaqi)

Ketiga mendapatkan ketenangan.

Keutamaan mengkhatamkan Al-Quran selanjutnya adalah mendapat ketenangan yang bersumber dari Allah Swt, karena aktivitas yang ia lakukan. Hamba tersebut akan senantiasa diliputi ketenangan, meski ia sedang berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw:

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya .” (HR. Muslim)

Keempat; dicintai Allah. Keutamaan mengkhatamkan Al-Quran yang terakhir adalah termasuk salah satu hamba yang mengamalkan amalan yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Oleh sebab itu, seorang hamba yang membaca Al-Qur’an juga mendapat limpahan cinta dari Allah Swt karena aktivitas rutinnya.

Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Quran dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)

Menghatamkan Al Qur’an saja begitu besar fadilahnya. Apalagi mengamalkan isinya. Maka kehidupan di dunia yang baik, dan diakherat yang mulia, bakal di dapatkan. (Moch. Nuruddin)

No More Posts Available.

No more pages to load.