Khutbah Idul Fitri 1444 H Ketua PCI Muhammadiyah Jepang Ridwan Wicaksono, Ph.D.: Meneguhkan Semangat Islam Berkemajuan

oleh
Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D.
Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D.

Khutbah Idul Fitri 1444 H PCI Muhammadiyah Jepang dan Komunitas Rumuchi Matsudo-shi Monoridai City Center, Chiba, Jepang. Disampaikan oleh Ridwan Wicaksono, Ph.D, Ketua PCI Muhammadiyah Jepang, yang juga Dosen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada.

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ 

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Sungguh nikmat besar dari Allah Subhanahuwa ta’ala, yang memberikan kita hidayah iman dan Islam, yang memberikan kita kesempatan menyelesaikan Ramadhan dengan husnul khatimah, yang memberikan kita ikatan Ar-rabithah atas hati-hati orang mukmin di negara minoritas muslim, untuk mengumandangkan

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

1. Islam Berkemajuan Hadir untuk Memurnikan

Islam adalah agama yang murni. Melalui kemurniannya, kehadiran islam dapat membersihkan perbuatan-perbuatan kotor yang dilakukan oleh manusia. Dulu orang mengubur bayi hidup-hidup, dulu orang mempunyai budak, dulu orang ambil makanan minuman yang kotor, dulu orang membuat sembahan-sembahan yang tak ada manfaatnya.

Namun, Islam datang memberi pencerahan, mendamaikan, menyehatkan, menenangkan bagi umat manusia. Kemurnian ini senantiasa dijaga oleh Allah yang penguasa alam, dengan mengutus para Rasul untuk mengembalikan konsep tauhid, Laa illaha illallah. Tidak ada tuhan selain Allah. 

Allah pilih rasul-rasulnya untuk datang menjaga kemurnian islam. Semangat itulah yang sampai kepada kita. Saking cintanya kita terhadap al-hidayah, ada pasal-pasal kemurnian Islam yang ingin kita jaga. Para ulama waritsatul anbiya bersama orang-orang shalih ingin ikut andil menjaga Islam, menjaga tempat ibadah kepada Allah, yang kriterianya Allah sebutkan dalam Al-Qur’an At-Taubah 18

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Allah itu maha baik, dan menerima yang baik-baik. Jika kita ingin menjaga kemurnian Islam, maka lakukanlah yang baik. Kebaikan kita kepada Allah adalah menjauhkan dari ketuhanan polytheism. Islam yang murni berbeda dengan konsep dewa dewi, Izanagi dan Izanami. Konsep ketuhanan yang tunggal melahirkan pemahaman yang utuh dan jelas. Tidak membingungkan.

Tidak perlu berfikir Tuhan mempunyai anak keturunan. Islam yang murni berbeda dengan konsep terorisme, seperti yang terjadi pada peristiwa penembakan mantan perdana menteri Jepang Abe san di Tokyo, atau terorisme umat Hindu kepada umat islam di India, atau terorisme umat Budha kepada umat Islam Rohingya. Islam hadir dengan kasih sayang dan kedamaian.

Lihat contoh dari Nabi Muhammadﷺ. Ketika Islam meraih kemenangan fathu Makkah, tidak ada terror kepada kaum non-muslim, kaum yang belum mendapat al-hidayah. Kasih sayang meliputi semua. Bahkan kepada sesama muslim pun, Nabi menunjukkan kasih sayangnya. Sampai-sampai di akhir hayatnya, Nabi ingin menebus kesalahannya kepada sahabat yang masih punya utang kepadanya, sekalipun utangnya berupa cambukan yang tidak sengaja.

Saking murninya nilai islam, Nabi hadir untuk menebus agar para sahabat tidak terluka dan sakit hati.

Hadirin jamaah rakhimakumullah, 

Salah satu bentuk pemurnian itu adalah tatkala umat Islam menyelenggarakan Idul Fitri, maka lihatlah contoh dari Rasulullah, berdasarkan hadits shahih al-makbullah,

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا تَشَهَّدَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ 

رواه أبو داود

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw jika memulai khutbah dengan mengucapkan ‘al-hamdulillah’ …”. [HR. Abu Dawud].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ كَلاَمٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ فَهُوَ أَجْذَمُ. [رواه أبو داود

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Setiap pidato yang tidak dimulai dengan ‘al-hamdulillah’, maka tidak barakah.” [HR. Abu Dawud].

Di dalam Majmu’ Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin 16/246 disebutkan bahwa 

“Pendapat yang populer di kalangan para ahli fiqih bahwa khutbah id itu terdiri dari dua khutbah, berdasarkan hadits dha’if. Namun, pada hadits yang disepakati keshahihannya bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak berkhutbah id kecuali dengan satu khutbah, saya berharap bahwa perkara ini adalah perkara yang luas”.

Begitu pula berdasar studi hadits-hadits yang dijadikan alasan Keputusan Muktamar Tarjih ke XX yang telah dikutip sebelumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampai saat ini tetap berpendapat bahwa khutbah shalat Idul Fithri dan Idul Adlha tidak dimulai dengan takbir, melainkan dengan ‘al-hamdu’ (tahmid) dan bahwa khutbah shalat Idul Fithri dan Idul Adlha hanya satu khutbah, bukan dua khutbah dengan disertai duduk sejenak di antara keduanya.

Maka izinkan kami mengawali khutbah idul Fitri ini dengan pujian kepada Allah, innal hamdalillah, dan hanya ada 1 khutbah tanpa diselingi duduk di antara 2 khutbah. Adapun jika ada yang berbeda pendapat dan pengamalan, tidak perlu dipersoalkan dan dibuat sakit hati.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

2. Islam Berkemajuan Hadir untuk Menyatukan

Allah mengingatkan kita dalam surat Ali Imron 103,

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ 

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,

وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا

Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.

كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Perbedaan penetapan Idul Fitri menjadikan kita dapat merenungi, bagaimana cara untuk menjaga persatuan tanpa harus menyakiti. Yang  melaksanakan Idul Fitri tanggal 21 April 2023 tentu atas dasar keimanan dan keyakinan untuk bersatu dan tidak bercerai-berai, untuk tidak bermusuhan seperti kaum jahilliyah. Begitu pula, yang beridul fitri 22 April 2023 juga berdasar keyakinan. Keyakinan untuk Idul Fitri paska Ramadhan di tanggal 1 Syawwal.

Allah ingin kita satu hati. Allah ingin kita bersaudara. Sayang sekali di luar sana, ada saja sindiran-sindiran yang merusak suasana hati dan menggerogoti persatuan hanya karena perbedaan furu’iyyah. Metode rukyat dan hisab global sesungguhnya untuk pemurnian Islam itu sendiri. Kita berfikir dan ikhtiar untuk persatuan umat islam secara global, lintas negara suku dan ras serta keadilan berkomunikasi berdasar dalil Qur’an dan Sunnah, sebagaimana komunikasi para sahabat memutuskan berpuasa tatkala mendengar di wilayah lain sudah ada yang melihat hilal, murni tanpa kepentingan politis atau menguasai infak jama’ah.

Begitu pula, keakuratan hisab yang tidak bisa dibohongi sebagaimana hisabnya gerhana matahari di bulan April 2023. Seperti yang disampaikan di surat Ar-Rahman ayat 5,

ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

Metode hisab membuktikan kebenaran hitungan waktu hingga skala menit dan detik, tentu ini diniatkan untuk berhati-hati dalam beribadah lillahi ta’ala. Jika ada asumsi Allah mengubah/menunda tampaknya hilal bulan, maka gerhana matahari seharusnya bergeser tidak sesuai dengan hitungan hisab, dan justru bertentangan dengan kalamullah di surat Ar-Rahman tersebut.

Jika ada asumsi tidak ikut pemerintah atau ulil amri, maka para ulama seluruh negara perlu bersepakat apa kriteria dan siapa yang disebut ulil amri di negara minoritas muslim seperti Jepang ini.

Tentu ilmu hisab ini akan berpengaruh terhadap 4 rukun Islam, yaitu shalat, puasa, zakat, dan haji.

Allah menciptakan ilmu perhitungan tentu bukan tanpa maksud dan manfaat,  penuh mudharat, apalagi bertujuan mencelakakan manusia ke dalam api neraka karena dipandang perkara baru dalam agama. Justru, memahami ilmu pengetahuan, apapun jenis dan bidangnya, semestinya menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih berhati-hati dalam perkara ibadah, lebih santun, beradab, dan mengantarkan kita kembali kepada taqwa illallah.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

3. Islam Berkemajuan Menghadirkan Solusi

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, 

Islam memberikan role model terbaik bagi umat Islam sehingga hati kita dibuat rindu kepadanya, Rasulullah Muhammadﷺ. Allah memerintahkan Rasulullah dalam al-qur`an,

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku (Muhammad) adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

Di tengah-tengah masyarakat modern dan berkembangnya pemikiran ideologi, perlulah kita melihat bagaimana para Sahabat bersedia mengikuti Rasulullah, sehingga kita memiliki alasan kuat dan nalar yang sehat, mengapa kita mengikuti risalah Islam yang murni, yang mengikuti Rasulullah Muhammadﷺ.

 Itulah mengapa kita semua tanpa terkecuali disebut Muhammadiyah. Di tengah-tengah perbedaan pendapat pun kita dapat kembali merujuk kepada al-Qur`an, kitab yang senantiasa dijaga kemurniannya, sebagai cahaya Jalan yang lurus, tanpa keraguan, tanpa kebimbangan.

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Hadirnya konsep Islam berkemajuan sesungguhnya selaras dengan ayat-ayat yang telah disebutkan dalam khutbah ini. ‘la’allakum tahtadun’ agar kamu sekalian mendapatkan petunjuk. Baik dalam keilmuan sains ataupun sosial, kebenaran al-qur`an telah terbukti menjadi kompas dan jalan pulang kepada fitrah.

وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَٰرًا وَسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. (An-Nahl 15) 

Islam hadir agar kita berjalan di atas petunjuk zat yang menciptakan manusia, agar kita semua menjadi orang-orang yang dicerahkan, tidak mudah stress, bahagia dengan berbagai masalah yang kita hadapi, dan tidak mudah menyerah dalam keputusasaan. Ada pahala di setiap kesulitan yang kita hadapi. Ada pula pahala besar di setiap kenikmatan yang kita syukuri.

Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk bersabar dan bersyukur, serta banyak-banyak membangun komunikasi kepada Allah dengan membaca al-Qur`an. Allah memberi banyak informasi tentang dunia, begitu pula perkara akhirat. Masihkah kita tidak percaya dengan adanya malaikat yang senantiasa mengawasi dan kelak akan mencabut nyawa kita? Masihkah kita tidak percaya dengan adanya hari akhir? Masihkah kita tidak percaya dengan takdir atas kehendak dan skenario Allah?

Mari kita tingkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta amal shalih kita. Teruslah beramal yang bermanfaat sesuai petuah Nabi diriwayat Muslim, 

اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ

Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu

وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ

Dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah

Keyakinan inilah yang membuat kita teguh, tidak mudah putus asa, tidak mudah bunuh diri jika tidak ada solusi. Keyakinan inilah yang mengantarkan kita membangun keluarga yang bahagia, mempunyai banyak anak keturunan, bersedia berbagi dan berderma, untuk menciptakan masyarakat Islam sejati.

Keyakinan inilah yang menjaga kita agar tetap disiplin dan berhati-hati dalam dunia kerja, dalam beraktivitas, sehingga tercapailah kesuksesan di dunia dan akhirat. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.