Konfercab Ke-15 NU Kota Malang Optimalkan Malang Creative Center dan Penguatan Ekonomi Umat

oleh

MALANG|DutaIndonesia.com –Konferensi Cabang (Konfercab) ke-15 dilaksanakan bersamaan dengan pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang. Perhelatan ini digelar Minggu (6/2/2022) bertempat di Universitas Widyagama Malang dengan mengusung tema “Memantapkan Peran Nahdlatul Ulama Kota Malang dalam Membangun Kemandirian dan Keadaban Umat”.

Tema tersebut memiliki makna yang sangat penting tentang prinsip-prinsip dalam Nahdlatul Ulama. Tentu saja, selain masih satu visi dengan tema Muktamar ke-34 NU di Lampung tema tersebut akan menjadi fokus dan kerja strategis kepengurusan Nahdlatul Ulama Kota Malang selama lima tahun kedepan.

Tampak hadir dalam acara ini Walikota Malang, Wakil Walikota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, Dandim 0833 Kota Malang, Kapolresta Malang Kota, para pimpinan Perguruan Tinggi di Malang, Ketua MUI, pimpinan Ormas-ormas se Kota Malang, Ketua Partai Politik se-Kota Malang dan para peserta delegasi dari Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang dan Ranting sebanyak 600 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, didampingi oleh tim Satgas Covid-19 NU Malang Raya

Saat membuka Konfercab PCNU Kota Malang ini, Katib Syuriah PWNU Jawa Timur Drs. KH. Safruddin Syarif memberikan pesan bahwa perhelatan konferensi lima tahunan ini pasti akan dipenuhi dinamika-dinamika yang mengarah pada penyegaran-penyegaran organisasi.

Sedang Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isyroqunnajah mengatakan, kemiskinan dan intoleransi adalah musuh kita bersama. Di Kota Malang, kemiskinan dalam tiga tahun terakhir terus meningkat angka statistiknya. Begitu pula dengan Indeks Kota Toleran yang dirilis oleh Sentra Press tahun 2020 berada para peringkat 68 dari 94 Kabupaten/Kota yang disurvei.

“Kami mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mengarusutamakan moderasi beragama di instansi-instansi pemerintah, membuat kebijakan pembangunan berkelanjutan (suistainability development), mengurangi sampah plastik, emisi karbon, serta membentuk forum multipihak (hexahelix) sebagai kunci dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian umat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Is ini.

Tak hanya itu, Gus Is juga berfokus pada pembangunan Malang Creative Center (MCC) yang bisa menjadi ujung tombak hexahelix dalam meningkatkan kreatifitas dan kemandirian masyarakat Kota Malang.

“Malang Creative Center (MCC) bisa dioptimalkan dalam mewujudkan hal ini (hexahelix),” ujarnya.

Sementara Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam sambutannya menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang sudah banyak diisi oleh para ahli dan profesor yang dilihat saat ini masuk dalam jajaran kepengurusan PCNU Kota Malang.

Artinya, strategi menerapkan hexahelix dalam setiap kebijakan pengentasan kemiskinan akan semakin terang dengan adanya keterlibatan dari Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang.

“Dengan tema Konfercab yang dipilih panitia saat ini menunjukkan bahwa PCNU Kota Malang menegaskan sudah punya modal sosial yang besar dan saatnya untuk semakin memantapkan peran-peran strategis dalam membangun kemandirian dan keadaban umat,” ungkapnya.

Disisi lain, dikatakan Sutiaji, Kota Malang yang saat ini pertumbuhan ekonominya bisa mengalahkan Kota Surabaya dan persentase kemiskinan ada di 7 persen, ia memiliki harapan besar kepada peran NU untuk bisa membantu Pemkot Malang dalam berbagai programnya dan peran serta kembali menumbuhkan Kota Malang.

“Ini luar biasa. Memantapkan peran, bagaimana program-program bisa lebih baik lagi. NU menguatkan pemahaman dan literasi. Alhamdulilah selama ini sinergi dan akselerasi kita terus dibangun,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.