Laporan Ramadhan dari Philadelphia Amerika Serikat: Bukber di Masjid Indonesia Banyak Dihadiri Muslim dari Negara Lain

oleh
Ramadhan di Philadelphia
Ibu-ibu volunteer jamaah Masjid Al Falah yang menyiapkan sejak awal acara Bukber yang disukai muslim dari negara lain.

 

Suhu udara terasa menusuk tulang. Maklum Ramadhan di Philadelphia, negara bagian Pensylvania, Amerika Serikat, tahun 2026 ini jatuh bertepatan dengan musim dingin. Ekstrem. Sekujur kota diselimuti salju tebal.

Oleh Gatot Susanto

Dari kejauhan tampak satu per satu masyarakat Indonesia 🇮🇩 memasuki masjid Indonesia di South Philadelphia yaitu Masjid Al-Falah Philadelphia.
Selain masyarakat Indonesia, Masjid Philadelphia juga menyambut kedatangan Komunitas Muslim lain dari berbagai belahan dunia.

Sebelum acara berbuka puasa bersama dimulai, terlebih dahulu dibuka dengan pengajian Al Quran yang dipimpin oleh Imam Masjid Ustad Mochammad Fahmi Arrasyd yang juga saat ini menjadi Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat-Kanada masa khidmat 2025-2027.

Suasana makan bersama di ruang basement.
Suasana makan bersama di ruang basement.

Selama Ramadhan, hampir setiap tahun Masjid Al-Falah menyediakan Iftar dan makan bersama. Suasana yang begitu syahdu terasa saat berbuka puasa tiba, semua jamaah disuguhi hidangan air mineral dan kurma. Bahkan setiap Malam Jumat tersedia minuman khusus ramuan Jahe Emprit yang diolah oleh salah satu Jamaah Masjid Al-Falah, Syarif Syaifulloh.

“Saya sengaja membuat ramuan khusus dengan racikan berbagai macam rempah- rempah, untuk menambah kehangatan tubuh dan stamina di musim dingin ini,” kata Syarif Syaifulloh yang akrab dipanggil Pak Tani Philadelphia, kepada DutaIndonesia.com, Selasa (10/3/2026).

Ramadhan di Philadelphia
Ibu-ibu volunteer jamaah Masjid Al Falah yang menyiapkan sejak awal acara Bukber yang disukai muslim dari negara lain.
Ramadhan di masjid Al Falah Philadelphia
Bapak bapak jamaah Masjid Al Falah Philadelphia selalu rukun kompak dan selalu bergotong royong.

Dan ternyata hasil ramuannya
banyak disukai oleh jamaah laki-laki maupun perempuan. “Alhamdulillah, para jamaah menikmati minuman Jahe Emprit kami,” katanya.

Selain itu, kata Pak Tani, setiap berbuka puasa, banyak sumbangan datang silih berganti dari masyarakat Muslim Indonesia. Bahkan masyarakat dari berbagai negara juga menyumbang.

Setelah Sholat Maghrib tiba jamaah pun dipersilakan untuk menyantap hidangan dari berbagai daerah di Tanah Air dengan menu yang berbeda-beda. Ada Kolak, Martabak Ok, ada Es Teler, berbagai snack, buah-buahan, tak lupa menu lauk yang sangat komplet. Bahkan kadang untuk menu utama ini bisa 6 macam setiap harinya.

“Semua jamuan adalah sumbangan dari jamaah itu sendiri yang setiap hari 3 sampai 4 keluarga untuk membawa makanan. Dan setiap hari bergilir dengan sumbangan dari jamaah yang berbeda. Masyarakat Indonesia di sini luar biasa dalam hal kegotong- royongannya,” kata Syarif.

Philadelphia sendiri memang sudah tidak asing terhadap kuliner asal Indonesia sebab hampir semua diaspora dari berbagai daerah di Tanah Air menetap di Kampung Philadelphia ini. Semua kegiatan pun tak lepas dari santapan menu yang sangat lezat itu, terutama saat berbuka puasa selama Ramadhan.

Sukses acara ini juga tidak lepas dari volunteer ibu ibu Jamaah Masjid Al Falah yang dikoordinir oleh Ibu Tia, Ibu Rahma, Mpok Ida dan Ibu-ibu lainnya yang bekerja menyiapkan sejak awal acara buka puasa bersama ini. Menu masakan mereka juga disuka muslim dari negara lain.

“Ramadhan kali ini terasa sangat berbeda dengan Ramadhan sebelumya, di mana masyarakat dari berbagai negara di dunia lebih banyak yang hadir di masjid ini,” ujarnya.

Salah seorang jamaah dari negara lain, mengatakan, dirinya disambut hangat saat beribadah di Masjid Al-Falah.”Jamaah di sini baik. Welcome, penuh kekeluargaan dan saya sendiri sangat menikmatinya,” kata jamaah asal Aljazair.

Setelah acara makan bersama, dilanjutkan sholat Isya dan Tarawih berjamaah. Jumlah Komunitas Muslim di Philadelphia saat ini terus bertambah. Jumlahnya hampir mencapai 400 ribu lebih dan menjadikan kota ini dengan jumlah muslim besar, selain New York, Michigan, Illinois, California, dan kota lain di Paman Sam.

“Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan untuk semua jamaah,” kata Syarif menutup perbincangan dengan DutaIndonesia.com yang melaporkan selayang pandang dari Philadelphia Amerika Serikat. (*)