Pasangan suami istri, Arya Daru Pangayunan dan Meta Ayu Puspitantri, selama enam hari mengisi libur Lebaran Idul Fitri 2022 dengan melancong bermobil alias road trip ke bagian Barat Laut Argentina. Mereka mengajak serta 2 anaknya yang berumur 10 dan 6 tahun. Arya Daru Pangayunan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kedua Pelaksana Fungsi Ekonomi, Sosial, dan Budaya KBRI Buenos Aires, sudah melaporkan cerita perjalanannya di media ini. Kali ini, giliran sang istri, Meta Ayu Puspitantri, berbagi cerita untuk pembaca DutaIndonesia.com.
Laporan dan Foto: Meta Ayu Puspitantri
MELANCONG ke berbagai belahan bumi lain perlu diambil hikmahnya. Setidaknya menambah rasa syukur. Menambah kagum atas kebesaran dan keagungan Sang Pencipta, Allah SWT, yang menghamparkan langit dan bumi yang sangat sangat luas, seakan tanpa tepi, dengan segala keindahannya. Bukan hanya keindahan alam bumi Indonesia, tapi juga Argentina.
Maka, saat libur Lebaran Idul Fitri 2022, kami pun melakukan road trip ke utara Argentina, tepatnya ke area barat laut. Bagian utara sendiri dibagi menjadi dua area, yaitu barat laut (La Rioja, Catamarca,Tucumán, Salta, Jujuy dan Santiago del Estero) dan timur laut (Formosa, Chaco, Corrientes dan Missiones).
Pertama-tama ke Tafí del Valle, sebuah kota kecil di bagian barat Provinsi Tucumán, setelah sebelumnya singgah dan bermalam di Cordoba. Di kota Tafí del Valle ini kami mengunjungi Reserva arquelógica los menhires, sebuah area reservasi yang berisi banyak menhir peninggalan era prasejarah zaman megalitikum ribuan tahun silam. Sama dengan Argentina, Indonesia juga banyak menyimpan menhir sebagai jejak sejarah peradaban manusia.
Lokasi Reserva arquelógica los menhires ini tidak terlalu luas dan dikelilingi oleh rumah penduduk. Untuk masuk ke sini, kami tidak dikenakan biaya. Namun situs ini tidak dibuka setiap hari, melainkan hanya hari Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Baca Berita Terkait: Laporan Road Trip Keliling Barat Laut Argentina, Libur Lebaran Menikmati Gunung 7 Warna hingga Makan Steak Ilama
Keesokan harinya kami menuju ke Amaichá del Valle, sebuah kota kecil yang masih masuk ke Provinsi Tucumán. Di sini kami mengunjungi Museo Pachamama, sebuah museum yang berisi informasi tentang berbagai macam bebatuan di Argentina, cara hidup penduduknya pada zaman dahulu, berbagai kerajinan tangan hingga bangunan khas setempat.
Untuk masuk ke sini, orang dewasa dikenakan tarif sebesar 500 pesos dan gratis untuk anak-anak. Areanya yang bersih dan tertata apik membuat kami betah berlama-lama disini.
Selanjutnya kami menuju ke utara, yaitu ke Cafayate. Di sebuah kota di selatan Provinsi Salta ini terdapat banyak perkebunan anggur dengan hotel dan restorannya yang indah.
Kami berkunjung ke salah satunya, yaitu La Estancia, untuk santap siang. Di sini kami disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa indah. Selain itu, pelayanannya yang baik dan rasa masakannya yang enak membuat kami puas, tanpa “tapi”. Ya, puas!
Baca Berita Terkait: Laporan dari Argentina: Indahnya Ramadhan di Negeri Tango dengan Toleransi yang Melimpah
Di hari yang sama, kami melanjutkan perjalanan menuju ke pusat kota Salta dengan melewati berbagai bukit batu berwarna. Salah satunya Los Colorados, destinasi yang sebetulnya tidak kami rencanakan akan didatangi.
Di sini kami melihat dari dekat keindahan bukit berbagai warna. Untuk masuk ke sini tidak dipungut biaya.
Selanjutnya kami ke pusat kota Salta untuk bermalam di sana. Paginya, saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di Plaza9 de Julio, sebuah taman berbentuk persegi yang dikelilingi oleh pohon jeruk di bagian trotoarnya.
Di sekitar sana terdapat banyak pertokoan, restoran, museum serta yang menarik perhatian saya adalah gereja berwarna pink, yaitu Catedral de Salta.
Setelah berjalan-jalan sebentar dan membeli oleh-oleh, kami melanjutkan perjalanan ke kota San Salvador de Jujuy. Di sana kami makan siang dengan menu makanan khas setempat, yaitu milanesa dari daging llama serta lidah sapi yang dimasak dengan bumbu yang khas.
Rasanya sangat enak! Tak lama kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Purmamarca, sebuah desa indah yang letaknya berada di utara San Salvador de Jujuy. Di sana kami menginap selama dua malam.
Selama di desa ini, kami mengunjungi pasar yang menjual berbagai kerajinan khas penduduk setempat. Salinas Grande, sebuah padang garam besar dan Pucara del Tilcara, sebuah kompleks pemukiman peninggalan pra-Inca yang berada di atas bukit di daerah Tilcara, utara Purmamarca.
Di area ini juga terdapat Jardin Botanico de Altura, sebuah area taman yang berisi banyak kaktus. Untuk dapat masuk ke sini, pengunjung dewasa dikenai biaya sebesar 500 pesos untuk warga negara asing dan 350 untuk warga pemegang kartu identitas setempat.
Sedangkan untuk anak-anak tidak dikenakan biaya. Untuk menuju ke sini, setelah sebelumnya melewati loket tiket, kami melewati Jardin Botanico de Altura terlebih dahulu kemudian melakukan mini trekking ke atas bukit, tempat Pucara del Tilcara berada.
Keesokan harinya, kami menuju ke provinsi lainnya, yaitu Catamarca. Di sana kami menginap semalam dan kembali melanjutkan perjalanan ke Buenos Aires selama kurang lebih 13 jam.
Banyak hal yang berkesan selama liburan 6 hari ini. Salah satunya adalah momen “wow” yang seringkali kami jumpai saat perjalanan. Mobil melaju dengan dikelilingi pemandangan indah membuat kami lebih bersyukur dan kagum atas kebesaran-Nya. (*)












