Mbah Nun Doakan Wonosalam dan Jombang Selamat Hadapi Krisis 2023

oleh

JOMBANG|DutaIndonesia.com – Dengan iringan doa, shalawat yang khusu’, mbah Nun (Emha Ainun Nadjib) ajak ribuan jamaah, mengetuk langit, agar Wonosalam khususnya dan Jombang umumnya, selamat dari badai krisis 2023.

” Perbanyak hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir. Cukuplah Allah menjadi tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami,” ucap mbah Nun dibarengi ribuan jamaah berwirid dan shalawat.

Di depan ribuan jamaah Maiyah yang berkumpul di Kawasan Saieda Estate Wonosalam Jombang, Sabtu (5/10/2022) malam, Emha Ainun Najib (Cak Nun) mengingatkan bahwa Indonesia dalam kondisi sedang tidak baik-baik saja.

“Gimana, lha wong negara China yang biasanya memberikan pinjaman atau hutang pada Indonesia juga dalam kondisi sulit. China sudah tidak bisa memberikan pinjaman,” katanya.

“Pada sisi lain Indonesia sendiri juga tidak bisa lagi berhutang dan sudah tidak kuat membayar bunga hutang tersebut,” terang Cak Nun.

Karena itu, tegasnya, kita semuanya harus siap-siap ketika krisis tersebut benar-benar terjadi. Kita harus ber-swa sembada pangan sendiri. Melindungi hidup kita sendiri, karena kita tidak bisa berharap banyak adanya bantuan-bantuan pemerintah. 

Menurut Cak Nun, ada modal besar warga Wonosalam dan Jombang kuat hadapi krisis 2023.

“Ketahanan masyarakat yang luar biasa tersebut menjadi modal kuat untuk tetap bisa bertahan hidup di tengah badai krisis apapun. Kita ini sudah berhasil melewati berkali-kali krisis, tetapi kita tetap bisa melewatinya. Dan semuanya atas pertolongan dari Allah SWT,” tegasnya.

“Makanya malam ini kita harus memperbanyak doa, wis ga iso ngandalno sopo-sopo , selain pertolongan dari Allah SWT,” ajak Cak Nun.

Hadir dalam acara tersebut CEO Saieda Yusron Aminulloh, Wakapolres Jombang, Kepala Bapeda Jombang, Anggota DPRD Jombang dan ribuan masyarakat Wonosalam dan Jamaah Maiyah Jawa Timur.

Mulai sekarang, menurut Cak Nun desa menjadi masa depan kehidupan. Bukan lagi kota. Anak-anak desa dengan segala kekuatan dan kecerdasan alamiahnya, tetap mampu bertahan hidup dan menghidupi.

“Kita harus bangga karena kita memiliki kekuatan yang luar biasa tersebut. dan Wonosalam yang memiliki sembilan desa ini luar biasa dalam menjaga ketahanan dan bertahan hidup. 

“Harusnya pemerintah itu berterima kasih kepada anak-anak dan pemuda desa yang tadi sudah menceritakan kebanggaan masing-masing pada desanya,” sindir Cak Nun. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.