Semangat Universal Islam
Dari semua terjemahan kata di atas, dan banyak yang lain, kita bisa mencoba memilah-milah mana yang lebih pas sesuai dengan semangat universal (universal spirit) agama Islam dan ajaran Rasulullah SAW itu sendiri.
Pertama, semua Ulama dan ahli Al-Quran sepakat bahwa tafsiran Al-Quran yang terbaik adalah dengan Al-Quran itu sendiri. Dalam Ulumul Quran dikenal dengan “tafsirul Quran bil-Quran”.
Jika kita jujur dengan pesan universal Al-Quran maka memahami “asyidda” dalam arti kasar, keras (dalam konotasi negatif), dan semaknanya tidak akan diterima. Hal itu karena esensi dasar ajaran Al-Quran adalah “Rahmah” (kasih sayang), “al-ihsan” (kebaikan), “ukhuwah” (persaudaraan, termasuk di dalamnya persaudaraan kemanusiaan), dan “ihsan” (kebaikan).
Satu di antara sekian justifikasi yang dapat kita sampaikan adalah ketika setiap Surat dalam Al-Quran dimulai dengan “Bismillahir Rahmanir Rahim” (dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
Ini tentunya diperkuat dengan sifat-sifat Allah yang paling dominan dan terulang adalah sifatNya yang kasih sayang (Arrahman ar-Rahim). Juga sifatnya yang “Waduud” (Maha Cinta) dan “Latiif” (Maha lembut).
Berbagai perintah dalam Al-Quran untuk mengedepankan nilai-nilai kebaikan, tolong menolong, kerjasama, menolong sesama, dan tentunya menegakkan sikap adil bahkan kepada yang dianggap musuh sekalipun.
“Jangan karena kebencianmu kepada sebuah kaum menjadikanmu tidak berbuat adil. Berbuat adillah karena itu dekat kepada ketakwaan”. Demikian penegasan Al-Quran.












