Menyamar Jadi Pramugari, setelah Ditipu Calo dan Bayar Rp 30 Juta

oleh

JAKARTA| DutaIndonesia.com – Sungguh terenyuh membaca kisah Khairun Nisa. Gadis ini terpaksa menyamar jadi pramugari demi menyenangkan orang tuanya. Padahal, ia gagal tes masuk menjadi pramugari Batik Air karena ditipu oleh calo.

Negara melalui aparat kepolisian dan kementerian ketenagakerjaan harus hadir melindungi warganya dari percaloan tenaga kerja ini agar nasib tragis “Khairun Nisa” yang lain tidak terulang lagi. Pasalnya, kasus serupa sering terjadi.

Caranya, ya sediakan sebanyak mungkin peluang kerja dan jangan buat ribet aturan untuk bekerja. Apalagi angka pengangguran masih cukup tinggi.

Polisi mengungkap awal mula kasus wanita bernama Khairun Nisa yang menyamar sebagai pramugari Batik Air ini. Ternyata, Nisa merupakan korban penipuan dengan modus janji palsu bisa memasukkannya menjadi pramugari.

Dikutip dari detikNews Senin (11/1/2026) Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa Nisa awalnya bertemu dengan seseorang yang mengaku dapat meloloskannya sebagai pramugari. Tergiur janji tersebut, Nisa pun berangkat dari Palembang ke Jakarta untuk mencoba peruntungan.

“Yang bersangkutan orang Palembang. Dia ke Jakarta meminta izin kepada ibunya untuk mendaftar jadi pramugari. Kemudian di Jakarta dia bertemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan meminta sejumlah uang,” kata Yandri.

Dalam proses tersebut, Nisa diminta menyerahkan uang sebesar Rp30 juta. Namun, janji itu ternyata palsu. Pemberi janji itu kemudian tidak dapat lagi dihubungi. Menghilang.

“Pada dasarnya dia korban. Dia mau masuk pramugari, menyerahkan uang Rp30 juta, ternyata gagal dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” ujar Yandri.

Karena merasa malu dan tidak ingin mengecewakan ibunya yang telah mendukungnya, Nisa akhirnya berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari. Ia bahkan mengunggah konten palsu di media sosial untuk meyakinkan keluarganya.

“Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya, dia mengaku ke keluarganya kalau sudah bekerja,” katanya.

“Di media sosial juga ia mengunggah seolah-olah pramugari supaya orang tuanya percaya,” tambah Yandri.

Yandri pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan serupa. Ia menegaskan bahwa proses perekrutan pramugari harus dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Untuk masyarakat yang ingin menjadi pramugari, jangan menggunakan jasa orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming bisa mendapatkan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang. Ikuti SOP dan aturan resmi yang berlaku,” pungkasnya.

Kasus ini viral di media sosial setelah pihak Batik Air mengetahuinya dan polisi turun tangan. Nisa dihujat. Dinyinyiri. Padahal dia korban. Padahal dia hanya ingin menyenangkan orang tuanya, meski caranya salah. “Sebaiknya dia dicarikan. solusi agar dapat pekerjaan, bukan malah dihujat,” kata Anton, seorang warganet. (det)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.